Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang siapkan satu juta liter air bersih antisipasi kekeringan

Kamis, 9 April 2026 21:32 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menyiapkan cadangan air bersih sebanyak satu juta liter untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, menyampaikan kolaborasi lintas instansi akan dilakukan, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Mudah-mudahan begitu kita mendengar ada kekurangan air, kita bisa siapkan airnya," katanya.

Kesiapsiagaan tersebut sebagai bagian dari mitigasi bencana kekeringan di Kota Semarang, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya hingga September 2026.

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dinilai semakin tidak menentu.

Perubahan cuaca ekstrem telah mulai dirasakan masyarakat, seperti suhu panas meningkat signifikan yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga memasuki puncak musim kemarau.

Karena itu, kata dia, masyarakat perlu lebih sadar terhadap potensi risiko, termasuk bahaya kebakaran akibat daun kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Jadi masyarakat harus 'aware' ya. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga," katanya.

Kota Semarang yang memiliki kombinasi wilayah perbukitan, lembah, sungai, hingga pesisir laut disebut turut memperbesar potensi risiko bencana jika tidak diantisipasi secara matang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martantono menyampaikan bahwa pola cuaca pada tahun 2026 diperkirakan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan suhu yang drastis hingga hujan tiba-tiba disertai angin kencang disebut menjadi fenomena yang perlu diwaspadai.

“Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang," katanya.

Berdasarkan notifikasi dari BMKG, disebutkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei, meskipun hingga April masih berpotensi terjadi hujan dan angin kencang.

Sebagai langkah konkret, BPBD Kota Semarang telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak satu juta liter yang akan didistribusikan sesuai permintaan warga di wilayah terdampak.

"Kapan pun permintaan warga, di manapun nanti akan kami kirim sesuai permintaan warga," pungkasnya.


Baca juga: Undip gandeng Kemenlu gelar kuliah "public diplomacy"



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026