UMP satu-satunya PTM yang dirikan Pusat Studi Cabang dan Ranting Muhammadiyah

id Universitas Muhammadiyah Purwokerto, pusat studi

UMP satu-satunya PTM yang dirikan Pusat Studi Cabang dan Ranting Muhammadiyah

Rektor Unkversitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Anjar Nugroho. (ANTARA/HO-UMP)

UMP telah menugaskan SDM-nya (Sumber Daya Manusia, red.), empat doktor untuk menjadi pengurus LPCR ...
Purwokerto (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) disebut-sebut sebagai satu-satunyaPerguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang mendirikan Pusat Studi Cabang dan Ranting Muhammadiyah, kata Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho.

“UMP telah menugaskan SDM-nya (Sumber Daya Manusia, red.), empat doktor untuk menjadi pengurus LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang Ranting) sera aktif untuk menggerakkan cabang dan ranting,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat. 

Baca juga: Prodi PBSI UMP gelar seminar nasional "Revitalisasi Bahasa dan Sastra di Era Distrupsi"

Menurut dia, program untuk mengembangkan cabang dan ranting dilaksanakn melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik, penelitian, pengabdian masyarakat, dan sebagainya. 

“Kami juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk pengembangan dan pemberdayaan cabang dan ranting. Jadi, bagi mahasiswa yang meneliti dan membuat karya tulis yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan cabang ranting, diakui karyanya sebagai skripsi (program S1, red.)," jelasnya. 

Baca juga: Mahasiswa UMP juara 1 Kontes Robot Line Nasional di Unnes

Lebih lanjut, Rektor mengatakan untuk mengembangkan program pusat studi cabang dan ranting Muhammadiyah, pihaknya telah membuat kerjasama program dan kegiatan dengan LPCR,  cabang, dan ranting. 

“Kita fasilitasi kegiatan LPCR dan juga kegiatan cabang dan ranting. Kebetulan saya juga ditunjuk untuk menjadi pengurus LPCR Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” pungkasnya. (Tgr)

Baca juga: Akademisi sebut Nadiem Makarim merupakan Mendikbud milenial
Baca juga: Tiga mahasiswa S1 Keperawatan UMP kuliah di MSU Malaysia
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar