Logo Header Antaranews Jateng

BPBD Cilacap menyiapkan langkah antisipasi hadapi kemarau lebih awal

Senin, 9 Maret 2026 14:19 WIB
Image Print
Peta daerah rawan kekeringan pada musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPBD Cilacap

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diprakirakan datang lebih awal, pada April 2026 dan berpotensi mengarah ke El Nino sehingga lebih kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Senin, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai upaya kesiapsiagaan, terutama terkait dengan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Yang jelas kami dalam rangka menghadapi prediksi BMKG bahwa musim kemarau datang lebih awal dan lebih kering, kami sudah mempersiapkan berbagai hal, salah satunya kesiapan tangki air bersih untuk dropping air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

BPBD Cilacap juga telah memetakan sejumlah desa yang selama ini menjadi wilayah langganan terdampak kekeringan.

Ia memperkirakan jumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kurang lebih hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sekitar seratusan desa yang berpotensi terdampak kekeringan,” katanya.

Berdasarkan peta rawan bencana kekeringan yang mengacu pada kejadian kekeringan saat musim kemarau tahun 2023, di Kabupaten terdapat 105 desa/kelurahan rawan kekeringan yang tersebar di 20 kecamatan.

Taryo mengakui distribusi bantuan air bersih dengan menggunakan armada tangki air merupakan langkah penanganan jangka pendek yang biasa dilakukan pemerintah saat terjadi kekeringan.

Kendati demikian, pihaknya juga mendorong berbagai upaya penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan yang sering terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap.

Upaya tersebut, kata dia, antara lain dengan mendorong pembangunan kolam penampungan air, kolam resapan, serta menjaga kawasan sumber air melalui kegiatan penghijauan.

“Kami juga mendorong masyarakat di daerah sumber air yang lahannya mulai gundul untuk melakukan penghijauan agar saat musim hujan dapat menjadi daerah resapan air dan diharapkan memunculkan mata air yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau,” katanya.

Selain itu, BPBD Cilacap mendorong pemeliharaan embung yang telah ada serta pengembangan sumber air melalui pembuatan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.

Akan tetapi, ia menegaskan, penanganan darurat melalui penyaluran bantuan air bersih tetap menjadi langkah utama jika masyarakat mengalami kesulitan air selama musim kemarau.

“Untuk jangka pendek biasanya kami tangani dengan dropping air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Taryo.


Baca juga: Kilang Cilacap pastikan stok BBM dalam kondisi aman selama Ramadhan dan Lebaran



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026