Panitia kurban diminta kemas daging kurban dengan bahan ramah lingkungan

id Pemkot Pekalongan, kemasan ramah lingkungan

Panitia kurban diminta kemas daging kurban dengan bahan ramah lingkungan

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, pedagang hewan ternak menyiapkan sapi atau kerbau untuk dijual sebagai hewan kurban. (ANTARA/ Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menganjurkan kepada panitia kurban di masjid-masjid  agar kemasan untuk membungkus daging kurban  pada Idul Adha menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Wali Kota Pekalongan Saelani Machfudz di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa selama ini daging kurban yang dibagikan kepada warga miskin  menggunakan tas plastik kresek padahal bahan plastik  tidak ramah lingkungan.karena sulit terurai di tanah.

"Bahan kemasan yang tidak ramah lingkungan seperti plastik juga cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, kami menganjurkan kepada panitia kurban agar menggunakan daun pisang ataupun kertas untuk membungkus daging kurban," katanya.

Adapun dampak negatif penggunaan kantong kresek khususnya plastik berwarna hitam yang mengandung zat karsinogenik, kata dia dapat mengkontaminasi daging kurban, serta menyebabkan kanker bila digunakan dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Pembagian daging kurban diimbau jangan gunakan wadah plastik

Menurut dia, kemasan ramah lingkungan yaitu mudah diuraikan oleh proses alamiah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

"Oleh karena, kami mengajak warga ikut peduli terhadap masalah penggunaan kantong plastik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan," katanya.

Ia menegaskan untuk mengantisipasi penggunaan kantong plastik, pemkot juga telah mengeluarkan surat edaran wali kota yang berisi tentang imbauan penggunaan kemasan ramah lingkungan.

"Untuk meminimalkan penggunaan kemasan tidak ramah lingkungan ini perlu adanya dukungan dan partisipasi masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik sebagai tempat dan membawa sesuatu barang," katanya.* 

Baca juga: Antisipasi daging tak layak, Pekalongan intensif periksa hewan kurban
Baca juga: Cara mengolah daging kurban jadi rendang lezat

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar