Logo Header Antaranews Jateng

Anggota DPR: Penguatan pariwisata menjaga keberlangsungan perhotelan

Sabtu, 4 April 2026 05:35 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026) sore, mendorong penguatan pariwisata untuk menjaga keberlangsungan sektor perhotelan. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri perhotelan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Efisiensi memang berdampak pada kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang selama ini banyak dilakukan di hotel,” katanya Mukaromah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengatakan berkurangnya kegiatan rapat, pertemuan, dan agenda pemerintahan di hotel dalam rangka efisiensi anggaran berpotensi menurunkan tingkat hunian dan berdampak pada keberlanjutan usaha di sektor perhotelan.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak dengan mencari alternatif penguatan sektor lain yang masih memiliki keterkaitan langsung, salah satunya melalui pengembangan pariwisata.

“Hotel merupakan bagian dari ekosistem pariwisata. Ketika kegiatan MICE berkurang, maka kunjungan wisata harus ditingkatkan agar okupansi tetap terjaga,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap) itu.

Dia mengatakan penguatan pariwisata dapat dilakukan melalui pengembangan destinasi wisata unggulan, peningkatan promosi, perbaikan infrastruktur, serta penguatan konektivitas transportasi yang memudahkan akses wisatawan.

Dengan langkah tersebut, kata dia, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung singkat, juga tinggal lebih lama sehingga berdampak pada peningkatan tingkat hunian hotel.

Selain itu, lanjut dia,keterlibatan UMKM dalam ekosistem pariwisata juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas dan inklusif.

Perempuan yang akrab disapa Erma itu menegaskan bahwa sektor perhotelan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan berbagai sektor lain, termasuk transportasi, kuliner, dan industri kreatif.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pariwisata secara menyeluruh.

“Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Ini harus dimanfaatkan untuk menopang sektor perhotelan di tengah tantangan efisiensi anggaran,” katanya.

Dia juga mengajak media massa maupun media sosial dan masyarakat untuk membangun narasi positif serta terus mempromosikan potensi daerah agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dengan sinergi berbagai pihak, Erma optimistis sektor perhotelan tetap dapat bertahan dan berkembang di tengah perubahan kebijakan dan dinamika ekonomi yang terjadi.

Baca juga: 1.116 wisudawan Unsoed siap berkarya dan berkontribusi nyata



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026