Pemerintah targetkan cetak 20.000 wirausahawan baru

id Wirausaha baru

Pemerintah targetkan cetak 20.000 wirausahawan baru

Ilustrasi. Tiga santri peserta program Santripreneur Kementerian Perindustrian mengemas roti di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Pemerintah gencar menjalankan program Santripreneur dengan memberikan bantuan mesin industri dan pelatihan-pelatihan di sejumlah pondok pesantren guna mengejar target pertumbuhan 20.000 wirausaha baru hingga akhir tahun 2019. (Foto: Prasetia Fauzani)

Kudus (ANTARA) - Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengadakan pelatihan teknis kepada para pelaku usaha baru dari Kabupaten Kudus dan Demak, Jawa Tengah, dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru.

Menurut Direktur IKM Pangan, Barang, Kayu, dan Furniture Kementrian Perindustrian Republik Indonesia Sri Yunianti di Kudus, Senin, kegiatan ini merupakan program dari Kementrian Perindustrian yang berlangsung sejak 2015 hingga 2019.

"Targetnya, pemerintah bisa mencetak 20 ribu wirausaha baru," ujarnya.

Pelaku usaha baru di Kabupaten Kudus dan Demak, kata dia, memiliki prospek yang bagus karena begitu banyak pelaku usaha yang berminat mengembangkan usahanya.

Adapun tujuan diselenggarakannya bimbingan teknis ini, untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta, sebagai bekal untuk berwirausaha.

"Harapannya para calon wirausaha baru mampu mengaplikasikan hasil dari bimbingan teknis ini dalam menjalankan usahanya, menghasilkan produk yang berkualitas serta tumbuh jiwa kewirausahannya sehingga dapat membuka peluang penciptaan lapangan kerja di lingkungan sekitar dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian dengan anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kudus dan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak.

Kegiatan Bimtek tersebut, dilaksanakan selama lima hari, mulai 25-29 Maret 2019 di Kabupaten Kudus di Hotel @Hom Kudus, sedangkan untuk Bimtek di Kabupaten Demak akan dilaksanakan di Hotel Amantis, Kabupaten Demak.

Selain diberikan teori, kata dia, nantinya peserta lebih banyak langsung praktik dengan persentase praktik hingga 70-an persen.

"Selain itu, kami juga memberikan pengetahuan tentang tata cara pemasaran. Kami punya klinik pemasaran. Nantinya akan kami dorong lewat pemasaran 'online' dan 'offline'. Kalau yang 'offline' kami pasarkan melalui pameran dan lainnya," ujarnya.

Ia juga mendorong pemda setempat memfasilitasi izin legalitas usaha untuk memudahkan akses mereka dalam mengembangkan usahanya.

Senada juga diungkapkan oleh Anggota DPR RI Komisi VI Bowo Sidik Pangarso mengungkapkan sebagai wakil rakyat pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga setempat, di antaranya dengan menghadirkan program dari Kementrian Perindustrian.

"Karena Komisi VI DPR RI membidangi perindustrian, koperasi, BUMN maka kami datangkan bantuan dan program alat untuk teman-teman IKM di Demak, Kudus, dan Jepara ini," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, bahkan Kementrian Perindustrian juga diminta untuk meningkatkan anggarannya.

"Mudah-mudahan para wirausaha baru ini bisa meningkatkan perekonomian sehingga bisa mengatasi pengangguran, salah satunya dengan cara membuka usaha baru," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar