Devano Danendra kagumi sosok proklamator Soekarno

id Devano0 kagumi sosok,proklamator Soekarno

Devano Danendra kagumi sosok proklamator Soekarno

Penyanyi muda Devano Danendra saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-50 Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Minggu (11/11/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Penyanyi muda Devano Danendra menjadikan Hari Pahlawan sebagai momen untuk mempelajari kembali sejarah Indonesia.

"Makna Hari Pahlawan bagi saya sangat penting, karena saya seorang pelajar maka saya masih belajar. Cara saya membudidayakan Hari Pahlawan dengan cara mempelajari kembali mata-mata pelajaran seperti sejarah dan PPKN," kata Devano di Jakarta, Minggu malam.

Devano yang mengambil jurusan Ilmu Pendidikan Sosial (IPS), mengaku sangat mengagumi sosok proklamator Indonesia yakni Ir Soekarno.

"Pastinya Soekarno, karena dia yang memperjuangkan Indonesia untuk merdeka," katanya usai tampil bersama Brisia Jodie dalam memeriahkan ulang tahun ke-50 Taman Ismail Marzuki.

Devano Danendra mengakui tampil bersama Brisia Jodie dalam perayaan ulang tahun ke-50 Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan aksi mendadak, alias tidak direncanakan.
    
"Belum, (penampilan) tadi sangat mendadak," kata Devano. "Tadi saat saya sedang mengambil foto tiba-tiba dipanggil oleh Jodie."

Aksi panggung Brisia Jodie menghibur para fans di lokasi panggung utama yang terletak di depan Planetarium Taman Ismail Marzuki.

Finalis Indonesian Idol Musim ke-9 itu menyanyikan sejumlah lagu, seperti "Friends" dan "Kesempurnaan Cinta". Jodie juga mengajak pengunjung bernyanyi bersama saat menyanyikan lagu wajib nasional "Indonesia Pusaka" karangan Ismail Marzuki.

Ketika akan menutup penampilannya, tiba-tiba saja Jodie memanggil Devano yang saat itu sedang mengambil foto di sisi kanan panggung dan mengajaknya untuk menyanyikan "Dengan Caraku" secara bersama-sama.

Selain Jodie, perayaan ulang tahun ini juga diramaikan pameran seni, bazaar aneka jajanan dan kerajinan tangan, pentas musik, pertunjukan tari modern dan pentas seni ludruk.
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar