Kebakaran Pasar Legi, petugas Damkar masih lakukan pendinginan

id Damkar masih lakukan pendinginan lokasi kebakaran

Kebakaran Pasar Legi, petugas Damkar masih lakukan pendinginan

Sejumlah petugas Damkar masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Legi Kestabelan Banjarsari Solo, Selasa. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Sejumlah petugas pemadam kebakaran (Damkar) gabungan masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Legi di Kelurahan Kestalan Kecamatan Banjarsari Solo, hingga selasa pagi.

Sejumlah petugas dan beberapa unit mobil Damkar masih melakukan menyemprotan di lokasi kebakaran yang masih mengeluarkan asap untuk pendinginan, sedangkan beberapa petugas keamanan baik dari kepolisian dan TNI serta sukarelawan juga ikut berjaga-jaga mengamankan ke lokasi.
     
Menurut Kepala Dinas Damkar Kota Surakara Gatot Sutanto, sejumlah  petugas dan unit Damkar hingga Selasa pagi ini, masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Legi.
     
"Api yang menghanguskan Pasar Legi sudah dapat dikuasai sejak Senin, sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas Damkar hingga sekarang masih melakukan pendinginan untuk mengantisipasi timbulnya titik api lagi," kata Gatot Sutanto.

Menurut dia, dalam upaya memadamkan kebakaran Pasar Legi pihaknya melibatkan sekitar 24 unit mobil pemadam dari berbagai daerah antara lain Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kota Surakarta.

Tim Damkar melakukan pemadaman api di lokasi Pasar Legi, sejak sekitar pukul 17.00 WIB, dan sebelumnya petugas pasar, pedagang dan relawan melakukan pemadaman dengan 36 alat pemadaman api ringan (Apar).
     
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo mengatakan jumlah pedagang di Pasar Legi sebanyak 1.719 los dan kios. Jumlah yang terbakar diperkirakan ratusan los dan kios di lantai dua ludes terbakar.

Menurut Subabyo total jumlah pedagang seluruhnya di Pasar Legi Solo termasuk pedagang pelataran yang berjualan di luas pasar sebanyak 2.269 orang. 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar