Logo Header Antaranews Jateng

300 Tukang Bangunan Magelang Ikuti Uji Kompetensi

Senin, 27 November 2017 21:32 WIB
Image Print
Magelang - Para tukang bangunan praktik membuat fondasi saluran pada uji kompetensi sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Fakultas Teknik Universitas Tidar Magelang. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ Humas Untidar)

Magelang, ANTARA JATENG - Sebanyak 300 tukang bangunan di wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengikuti uji kompetensi sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Fakultas Teknik Universitas Tidar Magelang.

Plt Ketua Jurusan Teknik Sipil, Muhammad Amin di Magelang, Senin, mengatakan kemampuan dan keterampilan seorang tukang hendaknya dilengkapi dengan sertifikasi dari suatu lembaga tertentu.

"Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) setiap tukang harus memiliki sertifikasi kompetensi agar tidak kalah dengan tenaga asing yang sudah mulai ditemui dalam proyek dalam negeri," katanya.

Ia menuturkan sertifikasi kompetensi merupakan syarat utama dalam persaingan di industri konstruksi saat ini.

"Kegiatan ini penting dilaksanakan secara berkala sehingga tenaga tukang di Indonesia memiliki sertifikasi sesuai keahliannya masing-masing," katanya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Jurusan Teknik Sipil Universitas Tidar dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Kementrian PUPR, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang, Asosiasi Tenaga Ahli Pemborong Indonesia (ATAPI) Wilayah Jawa Tengah. dan PT. Holcim Indonesia.

"Tukang bersertifikasi mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tukang tanpa sertifikasi. Seperti diketahui, proyek-proyek besar membutuhkan tenaga tukang bersertifikat karena itulah syarat utama untuk mengikuti tender," kata seorang penguji dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Tohari.

Menurut dia tukang bersertifikasi berpeluang besar memiliki penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan tukang biasa. Sertifikasi kompetensi yang dimilikinya memungkinkan mereka mengikuti proyek-proyek besar dengan penghasilan menjanjikan.

"Tukang bersertifikasi bisa kerja di luar negeri. Kemampuan atau skill mumpuni tanpa sertifikat di luar negeri tidak akan laku," katanya.

Kegiatan uji sertifikasi dan kompetensi kali ini khusus untuk tukang bangunan. Para peserta dibekali materi tentang alat pelindung diri (APD) dan teknik-teknik pertukangan pada hari pertama. Lalu selanjutnya pada hari kedua dilaksanakan praktik dan wawancara.

"Praktik kali ini membuat fondasi saluran air. Hasil praktik adalah barang jadi yaitu nantinya bisa dimanfaatkan untuk kedepannya bukan hanya dibuat lalu dibongkar untuk kepentingan praktik," katanya.

Para peserta bersama-sama membuat fondasi saluran air di depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untidar. Setelah praktik, setiap peserta melanjutkan sesi wawancara dengan penguji. Kemudian hasil penilaian penguji dijadikan acuan pemberian sertifikat kompetensi.

"Bagi yang tidak lolos atau memenuhi standar hanya akan mendapat sertifikat pelatihan dan dapat mengikuti uji ulang di kemudian hari," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026