Logo Header Antaranews Jateng

Pendukung Kandang Sapi Temui Ketua DPRD Batang

Kamis, 19 Oktober 2017 16:19 WIB
Image Print
Belasan warga temui Jdtua DPRD Batang, Imam Teguh Rahardjo, terkait dukungan investasi peternakan sapiu di Desa Tumbrep, Jecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (19/10/20-17)(ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)

Batang, ANTARA JATENG - Belasan warga pendukung pembangunan kandang sapi Desa Tumbrep menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di kantor anggota dewan setempat, Kamis.

Perwakilan warga, Agus Waluyo, di Batang, mengatakan bahwa kedatangan belasan warga Desa Tumbreb hanya menyerahkan surat dukungan pembangunan kandang sapi pada Ketua DPRD Batang, Imam Teguh Raharjo.

"Kami sebagai warga Desa Tumbrep mendukung adanya investasi peternakan sapi karena akan sangat membantu perekonomian warga setempat dengan adanya kesempatan lowongan pekerjaan," katanya.

Ada pun jika ada sejumlah warga lain yang menolak pembangunan peternakan sapi, kata dia, itu menjadi hak mereka.

"Bagi kami, dengan adanya investasi peternakan sapi di Desa Tumbrep akan memberikan kesempatan kerja jauh lebih baik daripada warga harus menganggur," katanya.

Warga, Raati (46 th) mengatakan berkeinginan untuk menambah penghasilan dengan ikut bekerja di peternakan sapi milik PT Kejora Pelita Semesta (KJS).

"Kami membantah kalau keberadaan kandang sapi skala besar milik PT KJS akan menggangu karena lokasinya lumayan jauh dari pemukiman warga," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Rahardjo mengatakan anggota dewan bukan sebagai lembaga teknis yang mengurusi legalitas perizinan usaha.

Kendati demikian, kata dia, DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat di daerah, dirinya mengapresiasi langkah yang ditempuh warga Desa Tumbrep dalam penyampaian aspirasinya.

"Saya sendiri belum tahu apa isinya karena belum saya buka. Pada prinsipnya, kami menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat baik yang menolak maupun yang mendukung investasi peternakan sapi di Desa Tumbreb," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026