Logo Header Antaranews Jateng

PKL Semarang Masuki Era Nontunai

Kamis, 12 Oktober 2017 09:29 WIB
Image Print
Pedagang sayuran melayani transaksi nontunai dari pembeli. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

Semarang, ANTARA JATENG - Pedagang kki lima Kota Semarang mulai memasuki era transaksi nontunai (cashless) menyusul dipasanginya alat "electronic data capture" pada 46 PKL untuk mendukung program e-Bayar.

"Kami bekerja sama dengan BNI untuk menempatkan alat EDC ini. Ada 46 alat, yakni 30 unit di PKL Simpang Lima dan 16 unit di PKL Taman KB," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Rabu.

Program E-Bayar, kata dia, diterapkan Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk memperlancar transaksi pembayaran yang kini mulai banyak yang melalui nontunai, sekaligus mendukung program "smart city".

Menurut dia, pembayaran secara nontunai sekarang ini sudah banyak dilakukan masyarakat, baik dalam maupun luar kota sehingga pelayanan E-Bayar perlu dilakukan di sejumlah PKL, terutama di Kota Semarang.

"Sekarang ini, baru 46 PKL yang dipasangi. Namun, kami akan terus kembangkan. Rencananya, Oktober ini semua PKL di Simpang Lima Semarang sudah terpasangi EDC untuk transaksi nontunai," katanya.

Sebelum memasang alat EDC, Dinas Perdagangan juga sudah membuka pendaftaran bagi PKL yang ingin melayani transaksi nontunai atau pembayaran secara elektronik yang tercakup dalam program E-Bayar.

"Program ini baru kami terapkan pada PKL di kawasan Simpang Lima dan Taman KB yang selama ini sudah menjadi ikon kuliner di Kota Atlas. Banyak wisatawan yang menjadikannya sebagai jujukan," katanya.

Targetnya, kata dia, 30 PKL yang menjadi "pilot project" program E-Bayar, tetapi ternyata ada 46 PKL kuliner di kedua kawasan itu yang bersedia mengikuti program E-Bayar dengan dipasangi alat EDC.

Bisa jadi, kata Fajar, dalam 5-6 tahun ke depan warga Semarang tidak lagi membawa uang tunai seperti negara-negara tetangga yang sudah lebih dulu menerapkan sistem pembayaran nontunai.

Sementara itu, Sugeng, salah satu PKL di kawasan Simpang Lima menyambut baik program E-Bayar yang diiniasi Dinas Perdagangan Kota Semarang, mengingat sudah banyak pembeli menanyakan pembayaran nontunai.

"Pastinya, kami menyambut baik. Kadang, banyak pembeli yang nanya bisa bayar dengan nontunai enggak. Kami terbantu karena Dinas Perdagangan memfasilitasi pemasangan alat untuk nontunai," katanya

Ia menyebutkan setidaknya ada 90 PKL yang berada di kawasan tersebut dan sekitar 80 PKL sudah mendaftar untuk mengikuti program E-Bayar yang bisa melayani pembeli dalam membayar nontunai.

"Kalau soal alatnya memang baru, wajar masih bingung. Sama saja dengan ponsel dulu kan kami enggak bisa pakai HP, tetapi akhirnya bisa. Ya, hanya perlu diajari dan belajar saja," pungkasnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026