
Diduga Korsleting, Ratusan Kios Pasar Trangkil Hangus Terbakar (VIDEO)

Pati, ANTARA JATENG - Kebakaran yang menghanguskan ratusan kios/los Pasar Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga akibat korsleting atau terjadi hubungan arus pendek listrik.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara oleh petugas yang diterjunkan ke lokasi kebakaran, penyebab terjadinya kebakaran diduga karena korsleting listrik," kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum ditemui di lokasi kebakaran di Pasar Desa Trangkil, Pati, Jumat.
Sementara nilai kerugian akibat kebakaran pasar desa yang terjadi pada Kamis (6/7) pukul 21.45 WIB tersebut, kata dia, hingga kini masih dalam penghitungan.
Adapun jumlah los pedagang yang terbakar, kata Sulistyaningrum, berjumlah 150 los dan satu kios dari total los sebanyak 425 los dan 56 kios yang tersebar di delapan blok.
Untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran, katanya, tentu menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Pernyataan senada juga diungkapkan Kepala Pasar Desa Trangkil Suharyo Widsusaputro yang mengatakan penyebab terjadinya kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik.
Dugaan tersebut, lanjut dia, berdasarkan pertimbangan bahwa selama ini tidak ada pedagang yang membuka usaha warung makan yang biasanya ada kompor untuk memasak.
"Kami memang melarang usaha tersebut, demi keamanan pasar," ujarnya.
Upaya menghindari kemungkinan terjadinya kebakaran, kata dia, juga dilakukan dengan mengingatkan para pedagang agar dalam memasang instalasi listrik menggunakan kabel yang standar.
Ia mengatakan, dari total 425 los dan 56 kios, memang belum semuanya ditempati pedagang.
"Kami mencatat jumlah los dan kios yang digunakan untuk berjualan sebanyak 250-an los dan kios," ujarnya.
Ia bersyukur, api bisa dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, sehingga kebakaran tidak merembet ke Pasar Trangkil yang dikelola Pemkab Pati yang kebetulan bersebelahan.
Jumlah pedagang yang menempati kios dan los di Pasar Trangkil mencapai 700-an pedagang.
Titin Indriyani, salah seorang pedagang pakaian mengaku, bersyukur barang dagangannya tidak ikut terbakar, karena kios yang dimilikinya belum ditempati.
"Saya memang menunggu pembangunan kios selesai dilakukan, sehingga barang dagangan masih disimpan di kios Pasar Trangkil yang dikelola Pemkab Pati," ujarnya.
Meskipun demikian, dia mengaku, menderita kerugian hingga Rp4 juta karena kios yang baru saja dibangun ludes terbakar," ujarnya.
Kondisi berbeda dialami pedagang kelontong, Endang Wijayanti mengaku, mengalami kerugian hingga Rp40 juta.
Pasalnya, kata dia, semua barang dagangannya ludes terbakar, sehingga tidak ada barang dagangannya yang bisa diselamatkan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
