Boneka Wayang Produk Mojosongo Solo Banjir Order

id boneka wayang produk mojosongo solo banjir order

Boneka Wayang Produk Mojosongo Solo Banjir Order

Ilustrasi. Wayang Golek asal Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Ida Nurcahyani)

"Saya sempat ke Australia dan Malaysia pada 2010 sebagai sarana pengenalan wayang milik Indonesia ke mancanegara," kata Eddy Susanto (33), pengrajin boneka wayang atau dikenal sebagai boyang, warga Jalan Bonsai IV Sebranglor RT07/RW08 Mojosongo, Kota Solo, di Solo, Selasa.

Namun, ia kemudian menghentikan pengiriman ke Malaysia karena khawatir ada klaim budaya Indonesia oleh negara lain.

"Kami kini hanya melayani permintaan dalam negeri dan ternyata semakin dikenal masyarakat dengan adanya permintaan yang banyak," kata Eddy yang mengaku menekuni bisnis itu sejak 2008 hingga sekarang.

Ia mengaku menerima pesanan boyang antara 200-300 boneka per bulan dalam beberapa bulan terakhir dari beberapa kota besar, sedangkan sebelumnya 100 boneka per bulan.

"Konsumen datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta dan Yogyakarta. Boyang ini biasanya untuk cendera mata atau dipajang sebagai hiasan di rumah," katanya.

Harga "Boyang" bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp300 ribu per boneka, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan produksi.
Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar