
Pameran Perpustakaan Magelang Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

"Pameran ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca serta meningkatkan koleksi bahan pustaka," katanya di Magelang, Minggu.
Pameran berlangsung hingga Rabu (12/11) diikuti 36 gerai, antara lain dikelola Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Lembaga Kearsipan Kabupaten dan Kota, Balai Konservasi Borobudur, Kementerian Agama, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pemkab Magelang.
Penyelenggaraan kegiatan di gedung PDAM Kabupaten Magelang itu, juga dalam rangka peringatan Hari Pahlawan dan Hari Gerakan Membaca Nasional tingkat Kabupaten Magelang.
Ia mengatakan kegiatan itu juga menjadi wahana peningkatan kualitas pengelolaan arsip oleh berbagai kalangan masyarakat.
Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengemukakan pentingnya pengelola perpustakaan mendesain dan membuat terobosan guna meningkatkan minat kunjungan masyarakat ke tempat itu.
"Dengan menyediakan buku-buku yang bagus dan terkini, bukan hanya terbatas pada buku pengetahuan, akan tetapi termasuk buku-buku 'best seler', buku budaya serta buku yang dibutuhkan oleh generasi muda dan masyarakat umum," katanya saat pembukaan pameran tersebut.
Ia menjelaskan perpustakaan dan arsip merupakan sumber ilmu dan informasi.
"Keduanya dapat diibaratkan sebagai kaca atau cermin yang dapat menggambarkan peristiwa lampau dan sekarang. Cermin tidak akan pernah bohong tentang apa yang digambarkan, maka segala sesuatu yang digambarkan dapat untuk introspeksi diri berdasarkan kenyataan yang ada," katanya.
Ia mengaku pengelolaan kearsipan dan perpustakaan di daerah tersebut, hingga saat ini masih perlu ditingkatkan.
Keberadaan arsip di kalangan aparatur pemerintahan dan masyarakat, katanya, masih dipersepsikan sebagai "kertas usang" yang tidak mempunyai arti sehingga sewaktu-waktu terancam dibuang atau disimpan di gudang tanpa proses pencatatan, bahkan mungkin diperjualbelikan secara bebas tanpa ada proses penyusutan.
Ia juga menyebut kondisi perpustakaan belum menggembirakan.
"Kurangnya minat baca masyarakat akibat belum tahu arti dan pentingnya buku sebagai sumber ilmu pengetahuan serta pelayanan perpustakaan yang belum dapat menjangkau pelosok desa menjadi kendala yang cukup serius dalam mengelola perpustakaan," katanya.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
