
Bupati Banyumas meminta masyarakat tidak panik terkait BBM

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengimbau masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak panik menyikapi isu terkait stok dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta tetap membeli sesuai kebutuhan.
"Imbauan kepada masyarakat, tidak usah panic buying (panik untuk membeli). Stok BBM di Banyumas saat ini masih mencukupi, jadi beli sesuai kebutuhan saja," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.
Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, ketersediaan BBM di wilayah Banyumas dalam kondisi aman setidaknya untuk satu bulan ke depan.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu terpengaruh isu-isu yang belum tentu kebenarannya, termasuk spekulasi mengenai potensi kenaikan harga BBM.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa dinamika global dapat mempengaruhi kondisi energi, termasuk kemungkinan perubahan harga BBM di masa mendatang.
"Kalau melihat situasi global, tentu bisa berdampak, tapi itu tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia," katanya.
Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan BBM dengan memanfaatkan transportasi umum maupun moda alternatif lainnya.
Ia mendorong warga Banyumas untuk menggunakan layanan umum seperti Trans Banyumas, bersepeda, atau berjalan kaki, terutama untuk aktivitas dengan jarak yang relatif dekat.
"Purwokerto itu jaraknya tidak terlalu jauh, jadi bisa disiasati dengan naik transportasi umum atau sepeda, sehingga bisa lebih hemat," katanya.
Menurut dia, langkah tersebut tidak hanya membantu penghematan BBM, juga berdampak positif terhadap kelancaran lalu lintas dan lingkungan.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi terkait energi serta berupaya menjaga stabilitas di daerah.
"Kita jalani saja dengan tenang, yang penting masyarakat tetap bijak dan tidak terpengaruh isu yang tidak pasti," kata Bupati.
Baca juga: "Block Mode" topang ketahanan pasokan BBM Kilang Cilacap
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
