Penjualan Buah di Pekalongan Stabil meski Harga Naik
Kamis, 20 Februari 2014 14:13 WIB
Pemilik Toko Buah Raya Muqorrobin di Pekalongan, Kamis, mengatakan pascabanjir melanda Kota Pekalongan dan daerah lain mengakibatkan harga buah kini cenderung bertahan tinggi.
"Meski harga buah bisa dikatakan masih cukup tinggi, permintaan masyarakat terhadap buah-buhan masih cenderung stabil," kata dia.
Harga jeruk ukuran besar, kata dia, semula Rp15.000 per kilogram kini naik Rp18.000/kg, jeruk ukuran kecil semula Rp8.000/kg naik menjadi Rp10.500/kg, pir per karton isi 17 kilogram kini mencapai Rp240.000 dan anggur isi delapan kilogram Rp600.000.
"Permintaan masyarakat terhadap buah-buahan masih stabil, bahkan kami mampu menjual semua jenis buah hingga dua ton setiap harinya," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga buah belum sampai memengaruhi omzet penjualan buah-buahan oleh sejumlah pedagang karena permintaan relatif stabil.
"Omzet pedagang buah lebih terpengaruh oleh pasokan dan permintaan masyarakat, bukan dari mahal dan murahnya harga buah karena komoditas itu kini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat," katanya.
Ia mengatakan pengaruh omzet buah terjadi justru saat awal tahun karena ketika hujan sering mengguyur Kota Pekalongan dan daerah lainnya.
"Hujan yang sering mengguyur daerah mengakibatkan warga malas keluar rumah membeli buah. Oleh karena omzet pedagang buah turun cukup drastis. Dampak hujan juga berpengaruh cepat membusuknya buah-buahan sehingga banyak yang dibuang," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JKN hadir untuk keluarga: jadikan perjuangan Titah merawat buah hati tanpa cemas biaya
21 November 2025 18:16 WIB
Perhutani bantu 4.000 bibit tanaman buah untuk warga Desa Congkrang Temanggung
06 November 2025 12:57 WIB
Mahasiswa FIK UMS ciptakan camilan fungsional cegah obesitas berbahan bekatul dan buah naga
25 September 2025 20:50 WIB