RS Kariadi Simulasi Pemadaman Kebakaran
Jumat, 5 Oktober 2012 21:23 WIB
Ilustrasi (antarafoto.com)
Simulasi pemadaman kebakaran yang melibatkan sekitar 100 orang itu, meliputi latihan pemadaman api dengan alat pemadam api tradisional (APAT), seperti karung dan sprei basah, serta alat pemadam api ringan (APAR).
Jajaran pimpinan RSUP dr Kariadi terlihat antusias melakukan praktik pemadaman api dengan instruksi petugas Damkar Kota Semarang, meski beberapa di antaranya masih ada yang terlihat takut berhadapan dengan api.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang dr Bambang Sudarmanto mengatakan, simulasi pemadaman kebakaran itu latihan rutin yang wajib diikuti seluruh jajaran RSUP dr Kariadi.
"Kami melakukan simulasi pemadaman kebakaran semacam ini setiap bulan, mulai kalangan karyawan, petugas medis, hingga jajaran pimpinan atau direksi. Pada simulasi kali ini jajaran direksi ikut ambil bagian," katanya.
Ia menyebutkan, pejabat yang mengikuti kegiatan simulasi itu, antara lain jajaran direksi, kepala instalasi, kepala staf medik fungsional (SMF), dan kepala bidang, dan para tenaga medis yang berjumlah 100 orang.
Latihan pemadaman kebakaran semacam itu, kata dia, dimaksudkan sebagai langkah kesiapsiagaan jika menghadapi bencana kebakaran yang sebenarnya, mengingat RS merupakan salah satu instalasi yang sangat vital.
"Latihan semacam ini dalam rangka memberikan pelayanan secara baik kepada para pasien, termasuk pengunjung dan keluarga pasien. Petugas kami harus siap jika menghadapi kejadian kebakaran dan mengantisipasi," katanya.
Keselamatan, kata dia, salah satu aspek penting yang harus diutamakan, termasuk keselamatan pasien, pengunjung, keluarga pasien, dan petugas RSUP dr Kariasi jika menghadapi bencana kebakaran.
"Karena itu, kami siapkan para petugas kami. Tidak hanya karyawan, tetapi semua jajaran RSUP dr Kariadi harus siap, termasuk jajaran pimpinan. Pertama lewat teori, kemudian dipraktikkan seperti ini," katanya.
Ia menjelaskan, RSUP dr Kariadi sudah dilengkapi dengan berbagai sarana untuk mengantisipasi kebakaran, seperti "hydrant" berjumlah 32 unit dan APAR, serta seluruh petugas RSUP dr Kariadi harus bisa mengoperasikannya.
"Kalau ada alatnya, tidak bisa mengoperasikan kan sama saja sehingga perlu dilatih. Seluruh sarana pemadam kebakaran juga sudah dicek, seperti 'hydrant' dan alhamdulillah semua berfungsi dengan baik," kata Bambang.
Jajaran pimpinan RSUP dr Kariadi terlihat antusias melakukan praktik pemadaman api dengan instruksi petugas Damkar Kota Semarang, meski beberapa di antaranya masih ada yang terlihat takut berhadapan dengan api.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang dr Bambang Sudarmanto mengatakan, simulasi pemadaman kebakaran itu latihan rutin yang wajib diikuti seluruh jajaran RSUP dr Kariadi.
"Kami melakukan simulasi pemadaman kebakaran semacam ini setiap bulan, mulai kalangan karyawan, petugas medis, hingga jajaran pimpinan atau direksi. Pada simulasi kali ini jajaran direksi ikut ambil bagian," katanya.
Ia menyebutkan, pejabat yang mengikuti kegiatan simulasi itu, antara lain jajaran direksi, kepala instalasi, kepala staf medik fungsional (SMF), dan kepala bidang, dan para tenaga medis yang berjumlah 100 orang.
Latihan pemadaman kebakaran semacam itu, kata dia, dimaksudkan sebagai langkah kesiapsiagaan jika menghadapi bencana kebakaran yang sebenarnya, mengingat RS merupakan salah satu instalasi yang sangat vital.
"Latihan semacam ini dalam rangka memberikan pelayanan secara baik kepada para pasien, termasuk pengunjung dan keluarga pasien. Petugas kami harus siap jika menghadapi kejadian kebakaran dan mengantisipasi," katanya.
Keselamatan, kata dia, salah satu aspek penting yang harus diutamakan, termasuk keselamatan pasien, pengunjung, keluarga pasien, dan petugas RSUP dr Kariasi jika menghadapi bencana kebakaran.
"Karena itu, kami siapkan para petugas kami. Tidak hanya karyawan, tetapi semua jajaran RSUP dr Kariadi harus siap, termasuk jajaran pimpinan. Pertama lewat teori, kemudian dipraktikkan seperti ini," katanya.
Ia menjelaskan, RSUP dr Kariadi sudah dilengkapi dengan berbagai sarana untuk mengantisipasi kebakaran, seperti "hydrant" berjumlah 32 unit dan APAR, serta seluruh petugas RSUP dr Kariadi harus bisa mengoperasikannya.
"Kalau ada alatnya, tidak bisa mengoperasikan kan sama saja sehingga perlu dilatih. Seluruh sarana pemadam kebakaran juga sudah dicek, seperti 'hydrant' dan alhamdulillah semua berfungsi dengan baik," kata Bambang.
Pewarta : -
Editor : Zuhdiar Laeis
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RS Kariadi Semarang layani cangkok sumsum tulang belakang, pertama di Indonesia
15 April 2025 10:37 WIB, 2025
Hari Pahlawan, Kemenkumham Jateng-RSUP Dr. Kariadi gelar donor darah
11 November 2024 12:18 WIB, 2024
Dekan FK Undip bantah mohon tarik pembekuan izin klinis di RSUP dr Kariadi
16 September 2024 10:41 WIB, 2024
Legislator : Undip dan RS Kariadi akui terjadi perundungan di PPDS
13 September 2024 21:33 WIB, 2024
Legislator: Undip-RS Kariadi harus lahirkan lulusan bukan perundung
13 September 2024 15:40 WIB, 2024
Investigasi perundungan mahasiswi PPDS Undip, Kemenkes-RSUP dr Kariadi ikut bertanggung jawab
08 September 2024 16:31 WIB, 2024
Manajemen RS Kariadi pastikan pemberhentian praktik Dekan FK Undip tak pengaruhi pelayanan
02 September 2024 15:57 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wakil Ketua DPRD Jateng minta pemda di Jateng perketat pengawasan hewan kurban
15 May 2026 23:13 WIB