Logo Header Antaranews Jateng

BPOM Banyumas mengampanyekan penggunaan obat aman kepada mahasiswa

Rabu, 13 Mei 2026 18:12 WIB
Image Print
Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang diselenggarakan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas di Universitas Ibnu Sina Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026), sebagai bagian dari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT). ANTARA/HO-BPOM Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas mengampanyekan penggunaan obat secara aman, rasional, dan bertanggung jawab kepada mahasiswa melalui kegiatan edukasi pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak, termasuk institusi pendidikan, agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat," kata Kepala BPOM Banyumas Gidion didampingi Ketua Tim Fungsi Penindakan BPOM Banyumas Sriajiyono Nugroho di Purwokerto, Banyumas, Rabu.

Ia mengatakan mahasiswa, khususnya yang menempuh pendidikan di bidang kesehatan, memiliki posisi strategis untuk menjadi agen edukasi dalam mendorong penggunaan obat secara aman, rasional, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Terkait dengan hal itu, pihaknya sepanjang Mei 2026 menyelenggarakan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang merupakan bagian dari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) seperti yang digelar bersama Universitas Ibnu Sina Ajibarang, Banyumas pada Selasa (12/5).

Lebih lanjut, Ketua Tim Fungsi Penindakan BPOM Banyumas Sriajiyono Nugroho mengatakan kegiatan yang diikuti 66 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi serta D3 Analis Farmasi dan Makanan tersebut, diisi dengan edukasi yang disampaikan oleh pemateri dari BPOM Banyumas, Rahmat Hidayat yang memaparkan berbagai risiko penyalahgunaan OOT, mulai dari ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga dampak sosial yang dapat mempengaruhi masa depan seseorang.

Dalam hal ini, penyalahgunaan obat sering kali berawal dari rasa penasaran, pengaruh lingkungan pergaulan, dan kurangnya pemahaman terhadap risiko yang ditimbulkan.

"Cita-cita hanya bisa diraih dalam keadaan sadar, bukan dalam keadaan setengah sadar," katanya.

Sriajiyono mengharapkan melalui kegiatan tersebut, mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat terkait penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, perwakilan Universitas Ibnu Sina Ajibarang Iva Rinia Dewi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai bahaya penyalahgunaan obat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai bahaya penyalahgunaan OOT serta dampaknya bagi kesehatan dan masa depan generasi muda," katanya.

Dia mengharapkan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik sebagai bekal saat menjalankan profesi di bidang kesehatan pada masa mendatang.

Baca juga: LKBN ANTARA sabet dua penghargaan BPOM sebagai media terbaik 2025



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026