Semarang (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina resmi menyalurkan gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang.
Pengaliran perdana (gas in) menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan efisiensi, layanan dan keamanan operasional rumah sakit terbesar di Jawa Tengah.
Pengaliran gas pertama itu dilakukan oleh Area Head PGN Semarang Sugianto Eko Cahyono bersama Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Semarang dr. Agus Akhmadi, di RSUP dr Kariadi, Semarang, Rabu.
Area Head PGN Semarang Sugianto Eko Cahyono, dalam pernyataan di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa penyaluran gas bumi PGN sebenarnya dijadwalkan pada November mendatang, namun berhasil dipercepat dua bulan di September 2025.
"Harapan kami dengan suplai gas ke RSUP dr. Kariadi Semarang, efisiensi bisa meningkat sehingga rumah sakit memiliki ruang lebih luas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Ia mengatakan bahwa pasokan gas bumi PGN di Jateng telah memiliki pipa yang terintegrasi seperti dari Jawa Timur sehingga pasokan sangat aman dan terjamin ketersediaannya bagi masyarakat, rumah sakit maupun industri lainnya.
"Saat ini yang terdekat gas bumi ini kami pasok dari Kepodang, di mana volume kebutuhan di RSUP dr. Kariadi Semarang per bulan mencapai 30.000 –40.000 meter kubik, dan secara pasokan masih sangat cukup dan aman," katanya.
Menurut dia, gas bumi PGN memiliki sejumlah keunggulan, yakni dari sisi keamanan gas bumi PGN lebih aman karena lebih ringan dari udara sehingga apabila bocor akan naik ke atas dan menurunkan risiko kebakaran maupun ledakan.
Dari sisi lingkungan, emisi gas bumi 30–40 persen lebih rendah dibanding minyak maupun batu bara, sementara dari sisi harga, gas bumi PGN relatif lebih kompetitif sehingga memberikan dampak efisiensi lebih besar.
Ia menambahkan PGN memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun industri yang ingin menggunakan gas bumi PGN.
Saat ini, PGN telah melayani lebih dari 16 ribu pelanggan rumah tangga, 44 pelanggan industri, serta rumah sakit besar yaitu RS Panti Wilasa hingga RSUP dr. Kariadi Semarang.
"Ke depan, PGN menargetkan ekspansi ke sejumlah kawasan industri seperti di Kendal, Batang, Semarang, Demak, Tegal, hingga Pekalongan," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP dr. Kariadi Semarang dr. Agus Akhmadi,M.Kes, mengatakan bahwa penggunaan gas bumi memberi dampak yang signifikan bagi rumah sakit terhadap efisiensi biaya operasional, yang dapat menghemat hingga 60 persen.
"Pengeluaran biaya bahan bakar solar dan LPG sebelumnya bisa mencapai Rp 510 juta per bulan, kini bisa menghemat sekitar Rp290 jutaan. Setahun, penghematan hampir Rp3 miliar yang bisa dialokasikan untuk investasi peralatan medis," katanya.
Gas bumi PGN akan digunakan di fasilitas vital, seperti laundry dan bagian gizi. Dengan 1.221 tempat tidur serta kebutuhan memasak sampai tiga kali sehari untuk pasien, efisiensi ini membuka ruang fiskal yang lebih besar bagi peningkatan pelayanan.
"Kami sangat berterima kasih dengan dukungan PGN, rumah sakit dapat menjalankan operasional secara lebih efisien, aman, dan berkelanjutan," pungkasnya.

