Dua Mahasiswa Ini Olah Alpukat Jadi Permen Antioksidan
Rabu, 29 Agustus 2012 9:35 WIB
buah alpukat (foto: gudangpertanyaan.blogspot.com)
"Alpukat mengandung zat-zat yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Alpukat yang masuk dalam keluarga Lauraceae itu, fungsinya tidak sekadar sebagai pengenyang perut karena kandungan lemak tak jenuhnya, tetapi juga sebagai antioksidan yang baik," kata Niken Istikhari Muslihah di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, buah berbentuk oval ini mengandung vitamin E dan A dalam jumlah besar. Selain itu, alpukat juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan kandungan flavonoid dan tanin, serta dapat diandalkan sebagai penetral radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.
"Pada umumnya buah alpukat hanya dikonsumsi sebagai campuran dari minuman atau diolah menjadi kosmetik, padahal ada nilai lebih jika diolah lagi menjadi suatu produk makanan yang bisa dikonsumsi orang di mana pun mereka berada. Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya menjadi permen," katanya.
Ia mengatakan proses pembuatan permen antioksidan dilakukan dengan cara 200 mililiter ekstrak etanol alpukat dimasak hingga mendidih, kemudian ditambah dengan 50 mililiter air untuk menghilangkan etanol yang masih tertinggal di dalam ekstrak tersebut.
"Selanjutnya ditambahkan 100 gram gula dan 0,75 gram glukosa. Dalam proses ini dilakukan pengadukan hingga mengental, setelah mengental adonan permen ditambah dengan lima tetes essen kemudian dicetak," katanya.
Fransiscus Iwan Susilo mengatakan untuk pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan cara alpukat sebanyak 500 gram diblender hingga lembut, kemudian ditambah dengan satu liter etanol dan mengaduk hingga homogen.
Menurut dia, campuran tersebut didiamkan selama empat hari dan mengambil filtratnya. Filtrat diendapkan selama satu hari, dan menguapkan pelarut dengan menggunakan "vacuum rotary evaporator".
"Ekstrak yang diperoleh dibuat variasi konsentrasi dengan pelarut akuades, yakni sebesar 25 persen, 50 persen, 75 persen, dan 100 persen. Variasi konsentrasi tersebut diuji kadar antioksidannya," katanya.
Ia mengatakan kandungan antioksidan pada ekstrak etanol alpukat adalah pada sampel A (konsentrasi 25 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 8,6 persen. Pada sampel B (konsentrasi 50 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 10,9 persen.
"Pada sampel C (konsentrasi 75 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 12,9 persen dan pada sampel D (konsentrasi 100 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 14,1 persen," katanya.
Pewarta : -
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Pena Walisongo raih medali silver pada Festival Esai Mahasiswa Indonesia (FEMI) 2026
12 May 2026 14:09 WIB
Prodi SIF UMS bangun kolaborasi riset dosen-mahasiswa lewat diskusi ilmiah dan sarasehan
11 May 2026 14:22 WIB
Mahasiswa Fisioterapi UMS ikuti International Internship di Mahidol University
10 May 2026 19:40 WIB
PG-PAUD UMS gelar Outbound Ceria, latih mahasiswa hadapi dunia nyata pendidikan anak
09 May 2026 12:47 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
PILARS Sekolah Vokasi Undip sajikan desain interior di Musda HDII Jateng 2026
14 April 2026 12:29 WIB