Semarang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan atau stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman untuk periode libur panjang Idul Adha 2026.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT Taufiq Kurniawan, di Semarang, Rabu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok energi lebih besar dibanding tahun lalu.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi masyarakat selama periode libur panjang.

"Jadi, kami pastikan BBM menjelang libur panjang Idul Adha nanti dalam keadaan aman sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Adha dengan tenang," katanya.

Ia menjelaskan ketahanan stok berbagai produk BBM saat ini berada pada level yang sangat aman dibanding konsumsi harian normal.

Untuk Solar, kata dia, tercatat stok mencapai 110.757 kiloliter dengan ketahanan hingga 18 kali lipat konsumsi normal harian.

"Artinya, jika terjadi lonjakan konsumsi sampai 18 kali lipat pun kami masih sanggup mengatasinya," katanya.

Untuk stok Pertamax berada di angka 84.311 kiloliter dengan ketahanan sekitar 18 kali lipat konsumsi normal.

Bahkan, Dex Series mencapai 47 kali lipat, sedangkan Pertalite berada di kisaran 14 kali lipat konsumsi normal harian.

Adapun stok elpiji di wilayah Jateng dan DIY tercatat mencapai empat kali lipat konsumsi normal, kata dia, namun pihaknya memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena suplai tambahan juga disiapkan dari sejumlah wilayah lain.

"Tetap ada dukungan suplai dari Gresik, Jawa Timur, dan Balongan, Jawa Barat. Jadi empat kali lipat itu bukan berarti stoknya sedikit, karena masih ada cadangan tambahan dari wilayah lain," katanya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menggunakan energi secara hemat dan bijak selama masa libur Idul Adha.

Ia mengatakan kebutuhan energi tahun ini diperkirakan berbeda dibanding tahun lalu karena Idul Adha 2026 berpotensi beriringan dengan libur panjang hingga awal pekan.

"Tahun lalu Idul Adha tidak dibarengi libur panjang seperti sekarang. Tahun ini ada potensi libur lebih panjang karena berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila," katanya.

Meski proyeksi lonjakan konsumsi masih terus dihitung, kata dia, ia memastikan kesiapan stok tahun ini dibuat lebih ekstra dibandingkan tahun sebelumnya guna mendukung mobilitas masyarakat selama libur Idul Adha.