Purwokerto (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto terus memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menggandeng Duta Muda sebagai ujung tombak penyebarluasan informasi kepada generasi muda.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto Niken Sawitri di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan keterlibatan Duta Muda menjadi strategi efektif untuk menjangkau kalangan pelajar dan mahasiswa.

Dia menilai generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus jembatan informasi di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Duta Muda BPJS Kesehatan kami dorong menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan edukasi JKN. Mereka adalah kunci masa depan bangsa yang diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini terkait pentingnya jaminan kesehatan,” katanya.

Menurut dia, pendekatan melalui sesama generasi dinilai lebih komunikatif sehingga materi terkait hak, kewajiban, hingga alur layanan JKN dapat lebih mudah dipahami.

Selain itu, edukasi tersebut diharapkan membentuk perilaku disiplin dalam menjaga status kepesertaan agar tetap aktif.

BPJS Kesehatan juga mendorong para Duta Muda untuk aktif melakukan sosialisasi secara langsung ke sekolah dan kampus.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung rutin, sedikitnya dua kali dalam sebulan, dengan metode interaktif yang melibatkan siswa.

“Kami harap edukasi kepada pelajar ini dapat diteruskan kepada orang tua maupun kerabat di rumah, sehingga informasi JKN semakin luas tersebar,” katanya.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, kata dia, BPJS Kesehatan tidak hanya menyampaikan pentingnya kepesertaan aktif, juga memberikan pemahaman mengenai manfaat program, prosedur pelayanan kesehatan, serta kewajiban membayar iuran tepat waktu.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan layanan berbasis digital untuk memudahkan akses administrasi, seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) dan Aplikasi Mobile JKN.

“Kami langsung mempraktikkan cara penggunaan layanan PANDAWA dan Aplikasi Mobile JKN agar siswa dapat membantu orang tua maupun kerabatnya. Jika suatu saat membutuhkan layanan administrasi, tidak perlu datang ke kantor,” ujar Niken.

Sementara itu, perwakilan SMA Negeri 1 Baturraden Sobirin mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan BPJS Kesehatan.

Ia menilai program Duta Muda relevan dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.

“Kami sangat mendukung program ini karena siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan edukasi kepada lingkungan sekitar,” katanya.

Sobirin mengatakan keterlibatan generasi muda dalam program edukasi JKN akan menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional di masa mendatang.