Kudus (ANTARA) - Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, Jawa Tengah, pada musim giling 2026 menargetkan mampu memproduksi gula sebanyak 28.000 ton atau meningkat di bandingkan target produksi tahun sebelumnya sebesar 20.000 ton.

"Sementara jumlah tebu yang ditargetkan bisa digiling tahun ini sebanyak 400.000 ton tebu," kata General Manager PT Sinergi Gula Nusantara PG Rendeng Kudus Erwin Fitri Hatmoko ditemui usai prosesi temanten tebu untuk dimulainya proses giling tebu di Kudus, Rabu.

Ia mengaku optimistis bisa mencapai target giling tebu karena stok tebu dipastikan melimpah. Sedangkan rencananya proses giling berlangsung selama lima bulan yang dimulai pada pertengahan bulan Mei 2026.

Adapun luas areal tanaman tebunya yang akan mensuplai PG Rendeng, kata dia, tahun 2026 direncanakan mencapai 5.400 hektare yang tersebar di enam kabupaten, yakni Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang.

Selain itu, imbuh dia, PG Rendeng juga memiliki lahan tanaman tebu yang dikelola PTPN di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, seluas kurang lebih 600 hektare yang nantinya juga menyumbang bahan baku untuk musim giling.

"Jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini ada penambahan jumlah bahan baku yang nantinya digiling karena sebelumnya 328.000 ton tebu, kini meningkat menjadi 400.000 ton," ujarnya.

Sementara untuk target pencapaian rendemen tebu pada periode giling tahun ini sebesar 7 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetyo berharap proses giling tebu PG Rendeng tahun ini bisa menghasilkan rendeman yang bagus, termasuk kualitas gula yang dihasilkannya, sehingga Kabupaten Kudus bisa swasembada gula.

Ia mengungkapkan selama ini pasokan gula pasir di pasaran selalu terpenuhi dan tidak ada kekurangan.

Musim giling Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus 2026 ditandai dengan prosesi "Temanten Tebu" atau "pernikahan" dua batang tebu yang digelar hari ini (29/4).

Ritual yang sudah berusia puluhan tahun tersebut, digelar di halaman pabrik yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kudus yang diawali dengan arak temanten tebu yang diikuti 26 peserta.

Ritual tersebut layaknya prosesi pernikahan antara "pengantin laki-laki" bernama Raden Bagus Langgeng Laksono dan "pengantin wanita" bernama Roro Sri Rahayu Sengsemen Manis.

Acara tersebut, turut dimeriahkan kesenian barongan sebelum temanten tebu beserta pengiringnya dimasukkan ke mesin penggilingan.

Baca juga: Kudus siap dukung program swasembada gula 2027 dengan bongkar ratoon 247 hektare