Temanggung, Jawa Tengah (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau para petani tembakau melakukan penanaman lebih awal demi menghasilkan komoditas yang berkualitas.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPP Kabupaten Temanggung Sumarno di Temanggung, Jateng, Jumat, menuturkan langkah percepatan masa tanam ini dilakukan sebagai strategi menghadapi musim kemarau yang akan datang, sekaligus memanfaatkan sisa ketersediaan air di awal musim tanam.

"Percepatan masa tanam pada April hingga Mei 2026 dilakukan sebagai strategi menghadapi musim kemarau," katanya.

Tanaman diharapkan masih mendapatkan pasokan air yang cukup dari sisa musim hujan.

Selain itu, petani juga diminta menyiapkan cadangan air di lahan untuk menyiram tanaman saat musim kemarau guna mendukung pertumbuhan.

Ia menuturkan waktu tanam yang lebih awal, penting agar musim panen dapat berlangsung saat kemarau, yakni sekitar Agustus hingga September 2026.

"Penanaman lebih dulu, lebih awal di bulan April atau Mei 2026 paling akhir untuk dapat kecukupan air. Kemudian, bisa memanfaatkan sumber air yang ada, mungkin untuk daerah sawah ada irigasinya tidak masalah, tapi daerah atas sumber air bisa dimanfaatkan," katanya.

Ia menyebutkan pada 2025 luas tanam tembakau di Temanggung mencapai sekitar 13.500 hektare. Lahan tersebut tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu, dengan total produksi tembakau kering sekitar 9 ribu ton.

Baca juga: Petani Temanggung sedekah kopi dan tembakau lembutan ke pengguna jalan