Kudus (ANTARA) - Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyatakan kesiapannya menghadapi lonjakan jumlah pasien selama dan setelah libur Lebaran dengan menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari penambahan waktu layanan hingga pengaturan distribusi obat bagi pasien.
"Rencananya, kami tetap membuka beberapa layanan poliklinik pada tanggal 18 Maret dan 24 Maret 2026," kata Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Mustiko Wibowo di Kudus, Rabu.
Ia menjelaskan pada 18 Maret 2026 yang bertepatan dengan cuti bersama Hari Nyepi, sebanyak 18 poliklinik tetap beroperasi. Sementara pada 24 Maret 2026 saat libur Lebaran, sebanyak 10 poliklinik dibuka untuk melayani masyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien rawat jalan setelah libur panjang, rumah sakit juga menyiapkan strategi khusus. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lonjakan pasien rawat jalan biasanya terjadi pada tiga hari pertama setelah layanan poli kembali dibuka.
"Yang biasanya melonjak itu rawat jalan, terutama di tiga hari pertama setelah buka," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit menambah waktu pelayanan (extra time) serta mengatur distribusi obat, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis. Pasien diberikan tambahan obat hingga tujuh hari agar jadwal kontrol dapat dilakukan secara bertahap.
"Obat-obat kronis sudah kami tambahkan tujuh hari supaya pasien tidak menumpuk di satu hari," ujarnya.
Dari sisi layanan medis, rumah sakit tingkat lanjutan (FKTL) ini juga mengantisipasi potensi peningkatan kasus penyakit, seperti diabetes melitus dan hipertensi akibat perubahan pola makan selama Lebaran. Selain itu, potensi kejadian darurat seperti kecelakaan dan insiden petasan juga menjadi perhatian.
Untuk itu, tim medis termasuk dokter bedah dan anestesi disiagakan, baik secara langsung maupun oncall guna memastikan penanganan cepat apabila terjadi kasus darurat.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit mengalami penurunan. Saat ini BOR berada di bawah 60 persen dan diperkirakan terus menurun hingga hari Lebaran, bahkan bisa kurang dari 50 persen pada hari H.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan menambah kapasitas melalui penggunaan stretcher yang mampu menampung tambahan sekitar 50 hingga 55 pasien jika terjadi lonjakan mendadak.
Lonjakan pasien diprediksi terjadi sekitar satu minggu setelah Lebaran atau H+7. Pada periode tersebut, BOR diperkirakan meningkat hingga sekitar 80 persen, namun masih dalam batas terkendali.
Direktur RS Mardi Rahayu Kudus Pujianto mengatakan RS Mardi Rahayu juga menyatakan kesiapan penuh dalam memberikan pelayanan kesehatan selama libur Lebaran 2026 dengan tetap mengoperasikan berbagai layanan utama selama 24 jam.
"Kami memastikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap siaga 24 jam setiap hari dengan kapasitas 65 tempat tidur, serta didukung ruang transit IGD sebanyak 20 tempat tidur. Selain itu, tersedia dua unit ambulans emergensi yang dilengkapi ventilator untuk menunjang penanganan pasien dalam kondisi kritis," ujarnya.
Layanan poliklinik spesialis, kata dia, juga tetap dibuka pada jadwal cuti bersama, yakni pada 20, 23, dan 24 Maret 2026. Sementara informasi terkait jadwal dokter yang menjalani cuti dapat diakses masyarakat melalui laman resmi rumah sakit.
Untuk layanan hemodialisis, rumah sakit tetap beroperasi dengan jadwal normal sebanyak dua shift per hari pada 19, 21, 23, dan 24 Maret 2026, serta hanya libur pada hari Minggu.
Di sisi lain, layanan rawat inap tetap berjalan selama 24 jam dengan total kapasitas mencapai 380 tempat tidur. Dokter spesialis juga dipastikan tetap melakukan visite setiap hari guna memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik.