Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong penguatan pengelolaan dana keumatan, salah satunya melalui optimalisasi wakaf uang.
"Alhamdulillah pengelolaan zakat di Jawa Tengah sudah berjalan baik. Kepercayaan masyarakat juga semakin besar untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Selasa.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Zakat Infak Sedekah, Pembekalan dan Pentasharufan Asnaf Sabillilah (Lembaga Keagamaan) Baznas Provinsi Jateng, Periode I tahun 2026.
Menurut dia, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Jateng telah berjalan baik, bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain sehingga kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga terus meningkat.
Ia menilai keberhasilan tersebut perlu dilanjutkan dengan penguatan pengelolaan wakaf, terutama wakaf uang.
"Skema ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengembangan lembaga keagamaan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran pemerintah.
Banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan pengembangan fasilitas, seperti penambahan lahan, area parkir, hingga penguatan kegiatan ekonomi di sekitar masjid.
“Pemerintah tidak bisa menganggarkan untuk pengadaan tanah atau lokasi tertentu. Di sinilah wakaf, termasuk wakaf uang, bisa menjadi solusi untuk membantu kebutuhan lembaga keagamaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji menyatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya menyalurkan bantuan kepada 132 lembaga keagamaan dengan total dana sekitar Rp3,175 miliar.
Adapun lembaga penerima bantuan terdiri dari 43 masjid, 23 mushala, 27 madrasah, 20 pondok pesantren, enam TPQ, dan 13 lembaga lainnya.
"Dalam satu tahun, penyaluran bantuan seperti ini kami lakukan tiga kali. Hal ini agar lebih banyak lembaga yang dapat memperoleh bantuan secara bergiliran," katanya.
Ia menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, karena pengumpulan zakat masyarakat berlangsung setiap bulan.
Selain itu, Baznas juga memastikan setiap bantuan melalui proses administrasi dan pengajuan proposal yang jelas.
Tak hanya bantuan untuk lembaga keagamaan, Baznas Jateng juga menjalankan berbagai program sosial selama Ramadhan, termasuk pembagian paket sembako bagi masyarakat.
Dalam empat bulan terakhir, bantuan sembako yang disalurkan telah mencapai sekitar 5.000 paket.
Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis juga dilakukan penyerahan bantuan fasilitasi 11 unit bus untuk program mudik gratis Baznas.
Serta, penyaluran tali asih dan paket sembako senilai Rp248,5 juta kepada 497 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu dan tenaga outsourcing di lingkungan Setda Provinsi Jateng, masing-masing menerima Rp500 ribu dan satu paket sembako.
Baca juga: Prof Musahadi dilantik nakhodai UIN Walisongo Semarang