Kudus (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta kelayakan produk makanan yang dijual dengan dikemas sebagai parsel menjelang Lebaran.

Sidak yang melibatkan jajaran Kepolisian yang dihadiri langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo dan Pemkab Kudus dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus Mohammad Fitriyanto itu, diawali di Swalayan ADA Kudus yang berada di Jalan Raya Kudus-Jepara.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar di masyarakat, termasuk makanan yang dikemas dalam parsel Lebaran, masih layak konsumsi dan tidak melewati batas kedaluwarsa," kata Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo di sela-sela sidak di Swalayan ADA, Kudus, Kamis.

Dalam pengecekan tersebut, satgas bersama tim gabungan melihat langsung barang-barang kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula, dan beras, serta berbagai makanan yang biasa digunakan untuk parsel Lebaran.

"Hasilnya tidak ditemukan barang yang kedaluwarsa maupun rusak. Karena dalam pengecekan diambil sampel untuk dilihat semua produk yang ada dalam kemasan parsel Lebaran tersebut," ujar dia.

Ia menjelaskan sidak akan terus dilakukan di sejumlah lokasi lainnya guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Untuk hari ini (Kamis, 5/3), baru satu lokasi, besok rencananya kami lanjutkan ke tempat lainnya," ujar dia.

Selain memeriksa makanan dan parsel, tim juga mengecek ketersediaan bahan pokok di swalayan. Hasilnya, menurut dia, secara umum stok masih aman, meskipun ada satu merek minyak goreng yang sempat kosong akibat tingginya permintaan dan kemungkinan kendala distribusi.

Kapolres juga memastikan harga bahan pokok di swalayan relatif stabil karena beberapa komoditas seperti gula dan beras sudah memiliki ketentuan harga dari pemerintah. Sehingga belum ada lonjakan harga yang signifikan.

Sementara itu, Store Manager Swalayan ADA Kudus Setyowati mengatakan memastikan seluruh produk yang dijual di tokonya telah melalui pengecekan masa kedaluwarsa sebelum dipajang di rak.

"Barang yang datang selalu kami cek terlebih dahulu sebelum dipajang. Secara berkala pramuniaga dan supervisor juga melakukan pengecekan rutin agar tidak ada produk kedaluwarsa yang terjual," ujar dia.

Ia menambahkan produk makanan yang tersedia di swalayan memiliki masa kedaluwarsa yang masih cukup panjang, bahkan sebagian hingga tahun 2027.

"Parsel yang tadi diperiksa juga sudah kami bongkar bersama tim dan dipastikan tidak ada produk yang kedaluwarsa. Jadi semuanya aman untuk dikonsumsi," ujar dia.