Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyebut grup musik independen (indie) di Kota Semarang bisa memperoleh ruang berekspresi yang sama dengan jenis kesenian lainnya, sebagai upaya memperkaya potensi seni di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

"Ini sebetulnya merupakan suatu potensi kekayaan tersendiri yang juga harus diberi ruang," kata Samuel saat diskusi dengan pelaku di dunia musik Kota Semarang yang tergabung dalam Semarang Creative Consortium di Semarang, Jumat

Ia menyebut, banyak masukan dari para pelaku di dunia musik Kota Semarang justru bukan terkait dengan upaya memperoleh penghasilan yang mampu menyokong kehidupannya.

Para pelaku di dunia musik indie tersebut, kata dia, justru membutuhkan ruang untuk mengekspresikan musiknya yang saat ini belum bisa dipenuhi di Kota Semarang ini.

Ia menilai kunci dari keresahan yang disampaikan para pekerja seni musik tersebut yakni koordinasi dan komunikasi.

Ia melihat banyak wadah pekerja seni di Kota Semarang yang berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi.

Selain Semarang Creative Consortium, ia menyebut pula Dewan Kesenian Semarang serta Komite Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut, menurut dia, perlu dikomunikasikan di antara komunitas tersebut untuk kemudian berbicara dengan Pemerintah Kota Semarang tentang berbagai permasalahan yang dihadapi itu.

Samuel sebagai anggota DPR juga akan membantu membangun komunikasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif tentang persoalan yang dihadapi pelaku seni musik tersebut.


Baca juga: Samuel Wattimena ajak seniman masif promosi secara digital