Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dibentuk di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.
Gubernur di Semarang, Kamis, mendorong Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Toton Rasyid untuk merealisasikan dan memperkuat upaya-upaya pencegahan peredaran narkoba.
Menurut dia, upaya pencegahan yang konsisten tidak dilakukan sebatas seremoni
Ia menyebut beberapa program BNN yang sudah berjalan saat ini, seperti Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan Kampung Tangguh, harus terus diperkuat.
"Paling penting kampung bersinar dan tangguh itu diekspose lagi," katanya.
Menurut Luthfi, pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemberantasan narkoba.
Ia juga meminta BNN Provinsi Jawa Tengah memprioritaskan perhatian pada Kota Semarang dan Solo sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Sementara Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Toton Rasyid mengatakan hingga saat ini baru sembilan kabupaten/kota di Jateng yang sudah memiliki BNN.
Ke depan, lanjut dia, akan disiapkan opsi penguatan berbasis zonasi untuk daerah yang memaksimalkan pencegahan.
Selain itu, menurut dia, kapasitas fasilitas rehabilitasi pengguna narkoba juga akan diperbesar dari yang selama ini rata-rata 500 orang per tahun.
Baca juga: BNN Purbalingga: Titik fokus komitmen P4GN lewat tes urine bagi seluruh personel