Solo (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Muhammad Raihan Arrasyid mengembangkan sebuah inovasi aplikasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama NutriTone. 

Raihan di Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan ide tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya literasi gizi masyarakat.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami kandungan gizi makanan secara praktis dan personal melalui pemindaian foto makanan.

Raihan mengembangkan inovasi aplikasi tersebut bersama tim yang berasal dari kampus Universitas Riau (UNRI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya (Poltekkes Kemenkes Surabaya), Universitas Cendekia Mitra Indonesia (UNICIMI), Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta).

NutriTone bekerja dengan memindai makanan melalui kamera ponsel, kemudian menganalisis kandungan gizi, jumlah kalori, serta potensi risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan. Hasil analisis tersebut dilengkapi dengan rekomendasi otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mendorong penerapan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

“NutriTone dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya literasi gizi di masyarakat Indonesia,” ujar Raihan.

Raihan menjelaskan inovasi ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-Being. Melalui pendekatan teknologi digital, NutriTone diharapkan dapat membantu mencegah penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang.

Selain berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, NutriTone juga membuka peluang kolaborasi lintas profesi, khususnya dengan ahli gizi, dokter, dan tenaga kesehatan. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem kesehatan digital yang berkelanjutan.

Gagasan inovatif tersebut kemudian dipresentasikan dalam SDGs Pitch Competition yang menjadi bagian dari rangkaian International Youth Excursion Network (IYEN) #20 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ini merupakan ajang inovasi produk digital yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis SDGs yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

SDGs Pitch Competition diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi menuju target tahun 2030.

Sebanyak 38 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia terlibat dalam kompetisi ini. Proses penilaian dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari seleksi esai inovasi, pemantauan proses perancangan proyek, hingga presentasi di hadapan dewan juri. Aspek penilaian meliputi kualitas ide, ketepatan solusi terhadap permasalahan, kekuatan data pendukung, serta kemampuan komunikasi peserta.

Melalui inovasi NutriTone tersebut, Raihan bersama timnya berhasil menunjukkan keunggulan ide dan implementasi. Hasilnya, mahasiswa Psikologi UMS itu berhasil meraih empat penghargaan sekaligus, yakni 1st Best Project Innovation, 2nd Best Presentation, 3rd Best Video Innovation, dan Best Team.

Raihan mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut, terlebih karena ajang ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi internasional.

“Alhamdulillah, bisa meraih empat penghargaan sekaligus, termasuk Best Team, menjadi pengalaman yang sangat membanggakan dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam dua tahap, yakni pengumuman esai inovasi terpilih melalui email pada 17 November 2025 dan pengumuman pemenang utama secara langsung di International Youth Center, Malaysia, 14 Januari 2026.

Atas prestasi tersebut, Raihan dan tim menerima medali emas dan sertifikat untuk kategori 1st Best Project Innovation, serta piagam penghargaan untuk kategori 2nd Best Presentation dan 3rd Best Video Innovation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas inovasi mahasiswa UMS di tingkat internasional.

Ia menambahkan latar belakang keilmuan Psikologi memiliki peran penting dalam penyusunan ide, presentasi, hingga pembuatan video inovasi. Pendekatan psikologis digunakan untuk membangun daya tarik gagasan, komunikasi persuasif, kekompakan tim, serta kepercayaan diri selama mengikuti kompetisi.