Logo Header Antaranews Jateng

Direktur RSUD Cepu: Pengembangan layanan tingkatkan kunjungan pasien

Rabu, 11 Maret 2026 23:17 WIB
Image Print
Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah drg Wilys Yuniarti. ANTARA/Gunawan

Blora (ANTARA) - Direktur RSUD dr R Soeprapto Cepu drg Wilys Yuniarti mengatakan pengembangan layangan kesehatan, penambahan tenaga medis dan fasilitas meningkatkan kunjungan pasien ke rumah sakit tersebut 22,4 persen selama tiga tahun terakhir.

"Berdasarkan laporan rapat dewan pengawas semester IV, rata-rata kunjungan pelayanan rawat jalan meningkat secara bervariasi selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023 tercatat 38.348 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 59.450 kunjungan pada 2024, dan kembali naik menjadi 72.770 kunjungan pada 2025," kata dia di Blora, Jawa Tengah, Rabu.

Ia menjelaskan lonjakan tertinggi terjadi pada 2024 dengan kenaikan mencapai 55,03 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan pada 2025 jumlah kunjungan masih meningkat meskipun tidak terlalu signifikan, yakni 22,4 persen.

Dia mengatakan peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya rumah sakit dalam menambah sumber daya manusia selama tiga tahun terakhir, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Selain itu, pihak rumah sakit terus melengkapi sarana penunjang seperti alat kesehatan, fasilitas pelayanan, serta area parkir guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Peningkatan kunjungan juga dipengaruhi kehadiran sejumlah layanan baru, di antaranya poli jantung, THT, rehabilitasi medik, poli jiwa, poli mata, serta layanan hemodialisa.

"Dari berbagai layanan yang tersedia, poli penyakit dalam menjadi layanan yang paling banyak diminati masyarakat dengan 17.497 kunjungan pada 2025," ujarnya.

Tidak hanya rawat jalan, jumlah pasien rawat inap juga menunjukkan tren peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 10.856 pasien rawat inap, meningkat menjadi 13.742 pasien pada 2024, dan kembali bertambah menjadi 14.038 pasien pada 2025.

Kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga mengalami peningkatan, dari 8.330 kunjungan pada 2023 menjadi 11.657 kunjungan pada 2024 dan mencapai 13.803 kunjungan pada 2025.

Wilys menambahkan sejumlah indikator pelayanan rumah sakit juga menunjukkan capaian yang baik. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) tercatat sebesar 81,4 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien atau length of stay (LOS) sekitar 3,5 hari.

Selain itu, turn over interval (TOI) tercatat 0,8 hari, bed turn over (BTO) mencapai 85,2 kali, serta net death rate (NDR) berada pada angka 18,2 per mil.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, rumah sakit menerapkan budaya kerja 5S dan 5R serta melakukan pemantauan mutu melalui uji kalibrasi alat kesehatan, pendidikan, dan pelatihan bagi tenaga medis.

Ke depan, RSUD Cepu berencana menambah ruang rawat inap khusus bagi pasien gangguan kejiwaan. Rumah sakit juga sedang mempersiapkan penerapan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dari pemerintah dengan target minimal 73 persen tempat tidur dapat memenuhi standar tersebut.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026