Temanggung (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah tahun ini mengalokasikan Rp300 juta bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk enam paket program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung Sri Endang Praptiningsih di Temanggung, Minggu, mengatakan enam paket program pelatihan tersebut, meliputi keterampilan las, kuliner, sablon, servis kendaraan bermotor, pelatihan mebeler dan pertanian hidroponik.
"Pelatihan pertanian hidroponik ini untuk mendukung visi dan misi Bupati Temanggung," katanya.
Ia menjelaskan anggaran program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas tahun ini berkurang dari Rp600 juta tahun lalu menjadi Rp300 juta tahun ini.
"Anggaran ini berkurang karena sebagian DBHCHT tahun ini digunakan untuk pembangunan pagar keliling di lokasi pabrik rokok bersama UMKM," katanya.
Ia mengatakan dengan anggaran yang ada itu, masih bisa melaksanakan enam paket keterampilan, sedangkan empat paket lainnya sementara ini tidak dilakukan, yakni pelatihan kecantikan , menjahit, barista, dan pelatihan bahasa untuk pemandu wisata.
Namun, katanya, dari APBN tahun ini pihaknya mendapat lima paket pelatihan keterampilan, yakni menjahit pakaian dewasa, perkantoran, las, servis sepeda motor, dan pembuatan roti serta kue dengan total anggaran Rp392 juta.
Baca juga: DPMPTSP Temanggung menargetkan investasi Rp2,152 triliun pada 2026