Solo (ANTARA) - Wisuda Ma’had Abu Bakar As-Siddiq yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencetak lulusan mumpuni Bahasa Arab untuk siap berdakwah global sebagai penguatan pendidikan keislaman.
Kegiatan tersebut diisi dengan muhadharah ilmiah oleh Syaikh Rasyid Mansur Ash-Shabahi yang mengangkat tema Al-Lughah Al-Arabiyyah baina Mas’uliyatil Ummah Al-Islamiyyah wa Tahaddiyat ‘Ashr Adz-Dzaka’ Al-Ishthina’i atau Bahasa Arab antara Tanggung Jawab Umat Islam dan Tantangan Era Kecerdasan Buatan (AI).
Dalam sambutan pembuka, Direktur Ma’had Abu Bakar As-Siddiq Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya majelis ilmu sebagai sentuhan akhir bagi para calon alumni. Ia menegaskan ma’had terus berupaya melahirkan kader-kader terbaik umat yang siap menjadi pendidik, dai, dan mubaligh yang mencerahkan masyarakat.
“Terima kasih setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pimpinan UMS atas naungan, bimbingan, dan dukungan yang selama ini diberikan, sehingga Ma’had Abu Bakar As-Siddiq tetap eksis melahirkan generasi yang berkontribusi dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” ujar Hakimuddin di Auditorium Moh Djazman, Kampus I UMS, Rabu.
Ia juga mengapresiasi peran dosen dan tenaga kependidikan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam mendidik para mahasiswa, serta para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di ma’had. Tak lupa, Hakimuddin menyampaikan terima kasih kepada mitra dan sponsor, seperti Lazismu UMS, BMT Amanah Ummat, dan Bank Jateng Syariah yang turut mendukung berbagai program dakwah dan pendidikan.
Sejak tahun ini, Ma’had Abu Bakar As-Siddiq menggalakkan sejumlah program unggulan, di antaranya khutbah Jumat berbahasa Arab serta kajian kitab turats yang rutin diikuti mahasiswa dan civitas akademika UMS, bahkan masyarakat umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Hakimuddin juga menyampaikan lima wasiat penting kepada para wisudawan. Pertama, menjaga ketakwaan kepada Allah dalam segala kondisi serta berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah. Kedua, terus melanjutkan pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan identitas Islam. Ketiga, istiqamah dalam menuntut ilmu syar’i di mana pun berada. Keempat, mengamalkan ilmu dengan mengajar dan berdakwah. Kelima, menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap almamater Ma’had Abu Bakar As-Siddiq.
“Ma’had ini adalah rumah kalian. Para alumni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangannya,” pesannya.
Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mewakili Rektor UMS menegaskan keberadaan Ma’had Abu Bakar As-Siddiq sejalan dengan visi besar UMS menuju World Class University yang mengintegrasikan keilmuan dan keislaman.
Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab, tidak hanya sebagai bahasa Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bekal diplomasi, dakwah, hingga peluang karier dan bisnis di dunia internasional.
“Bahasa Arab adalah salah satu bahasa resmi PBB. Dengan penguasaan bahasa Arab, alumni akan memiliki daya saing global sekaligus memperkuat identitas keislaman,” jelasnya.
UMS juga kini mengusung slogan baru IM UMS yang merupakan akronim dari Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable. Slogan tersebut diharapkan menjadi semangat seluruh civitas akademika dalam membangun masa depan berkelanjutan.
Salah satu alumni Wafiq Nana Alifia asal Sragen mengaku bersyukur telah menempuh pendidikan di Ma’had Abu Bakar As-Siddiq. Menurutnya, dalam waktu dua tahun, mahasiswa yang semula pemula dapat menguasai bahasa Arab secara bertahap.
“Alhamdulillah, setelah lulus saya langsung mengajar bahasa Arab di SMPIT An-Nur Gemolong,” ungkapnya.
Ia menambahkan metode pengajaran yang dipelajarinya di ma’had sangat membantu dalam mengajar siswa dari dasar agar tidak takut mempelajari bahasa Arab. Wafiqnana juga mengajak calon mahasantri untuk tidak ragu mendaftar meski belum memiliki dasar bahasa Arab.
“Di sini semuanya diajarkan dari nol. Jadi jangan takut,” pesannya.