Solo (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dihadirkan negara demi memberikan kepastian jaminan perlindungan finansial kepada penduduk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya.
Program JKN pun telah membawa banyak manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat. Siti (49) adalah seorang penjual soto keliling yang telah merasakan manfaat dari adanya Program JKN.
Saat ditemui, Siti menceritakan pengalamannya saat anaknya harus menjalani pengobatan pada bagian matanya menggunakan JKN.
“Satu bulan lalu saya mengalami sakit mata dan tiba-tba pengelihatan saya terganggu. Saat itu saya disarankan oleh suami untuk dibawa ke klinik atau Puskesams untuk segera diobati,” katanya.
Mendengar istrinya sakit, Rahmat suami Siti pun terkejut dan bergegas meninggalkan aktivitasnya. Saat itu juga, ia langsung pulang ke rumah dan segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Rahmat juga harus bergegas ke loket administrasi untuk mengurus administrasi istrinya tersebut. Karena Siti merupakan peserta JKN, proses administrasi sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.
"Untungnya saya terdaftar sebagai peserta JKN, jadi proses administrasinya sangat mudah dan cepat hanya menunjukkan KTP saja. Saya juga tidak diminta untuk membawa dokumen-dokumen fotokopi. Proses administrasinya berlangsung cepat sekali. Ini membuat saya kaget, karena yang saya dengar katanya berobat pakai BPJS Kesehatan itu ribet dan tidak dibeda-bedakan dengan peserta yang berobat mandiri. Ternyata justru sebaliknya, malah saya merasa sangat dipermudah dan tidak ada proses yang berbelit-belit,” kata Rahmat.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama dan berdasarkan hasil observasi oleh dokter, Siti diajurkan untuk dijahit ringan pada bagian matanya. Hal tersebut karena luka di mata Siti yang cukup serius.
Setelah tindakan operasi ringan selesai, Siti dianjurkan oleh dokter untuk beristirahat terlebih dahulu. Di samping itu, istrinya juga harus melakukan kontrol selama dua minggu sekali untuk mengetahui kondisi luka dan untuk perawatan luka pascaoperasi ringan.
Menurut Rahmat, semua pengobatan anaknya, dari mulai masuk rumah sakit, obat-obatan yang dikonsumsi hingga kontrol selama dua minggu sekali, ia tidak mengeluarkan biaya sedikitpun alias gratis.
Hal tersebut berkat istrinya telah menjadi peserta JKN yang status kepesertaannya senantiasa aktif.
“Beruntung sekali saya terdaftar JKN, karena semua biaya pengobatan istri saya gratis dari awal masuk rumah sakit, obat- obatan, hingga biaya kontrol. Saya tidak perlu lagi khawatir memikirkan biayanya. Saya merasa puas dengan pelayanan dari rumah sakit. Dokternya juga ramah, tidak memperlakukan kami dengan berbeda hanya karena kami berobat menggunakan JKN,” katanya.
Rahmat juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan sebab iamendapatkan banyak manfaat yang dapat meringankan keluarganya untuk mengakses layanan kesehatan.
Ia juga berharap agar program ini terus berjalan dan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik.
“Dengan adanya Program JKN ini, kita sebagai masyarakat biasa merasa sangat terbantu dalam mengakses layanan kesehatan. Harapan saya untuk BPJS Kesehatan adalah semoga bisa terus mempertahankan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia, agar semua merasa aman dan nyaman jika suatu hari jatuh sakit dan memerlukan layanan kesehatan,” ujarnya.