
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran

Solo (ANTARA) - apt. Riza Maulana, M.Pharm.Sci.
Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Mudik sudah menjadi tradisi tahunan yang sangat dinantikan. Perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman memang menyenangkan, tetapi juga memiliki berbagai risiko kesehatan, mulai dari mabuk perjalanan, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan.
Dalam kondisi seperti ini, ketersediaan obat-obatan sederhana atau over-the-counter (OTC) bisa sangat membantu sebagai pertolongan pertama.
Obat OTC adalah obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter dan umumnya digunakan untuk keluhan ringan. Meski tergolong aman, penggunaannya tetap perlu bijak dan sesuai aturan.
Risiko Kesehatan Saat Mudik
Perjalanan mudik sering kali memakan waktu lama, baikmenggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Kondisi inidapat memicu berbagai keluhan, seperti:
• mabuk perjalanan (pusing, mual, muntah)
• sakit kepala akibat kelelahan
• nyeri otot karena duduk terlalu lama
• masuk angin atau flu ringan
• diare akibat makanan yang kurang higienis
• luka ringan atau lecet
Keluhan-keluhan ini memang tidak selalu serius, tetapi bisasangat mengganggu kenyamanan perjalanan jika tidak segeraditangani.
Peran obat OTC sebagai pertolongan pertama
Obat OTC dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasikeluhan ringan saat perjalanan. Berikut beberapa jenis obatyang dapat disiapkan:
1. Obat mabuk perjalanan
Obat ini membantu mengurangi rasa mual dan pusing selamaperjalanan. Biasanya diminum sebelum berangkat agar lebih efektif.
2. Obat pereda nyeri (Analgesik)
Digunakan untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot, ataudemam ringan. Obat ini cukup umum dan sering dibutuhkansaat perjalanan panjang.
3. Obat diare
Penting untuk mengatasi diare ringan akibat perubahan polamakan atau kebersihan makanan yang kurang terjaga.
4. Obat maag atau Antasida
Bermanfaat bagi yang memiliki riwayat gangguan lambung, terutama jika jadwal makan berubah selama perjalanan.
5. Obat flu dan batuk
Perubahan cuaca atau kelelahan bisa memicu gejala flu ringan, sehingga obat ini cukup penting untuk dibawa.
6. Obat alergi (Antihistamin)
Digunakan jika muncul reaksi alergi seperti gatal, bersin, atau ruam.
7. Perlengkapan luka ringan
Seperti plester, antiseptik, dan kasa untuk menangani luka kecil atau lecet.
Pentingnya membawa “apotek mini”
Salah satu langkah sederhana namun sangat bermanfaat adalah menyiapkan “apotek mini” sebelum berangkat mudik.
Tidak perlu banyak, cukup obat-obatan dasar sesuai kebutuhan pribadi dan keluarga. Pastikan obat disimpan dalam wadah yang rapi dan mudah dijangkau. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum dibawa.
Hal yang perlu diperhatikan
Meskipun obat OTC relatif aman, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
• Gunakan obat sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan
• Jangan mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan
• Perhatikan kemungkinan efek samping, seperti kantuk pada obat tertentu
• Hindari mengonsumsi beberapa obat sekaligus tanpa pengetahuan yang cukup
• Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang minum obat rutin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu.
Jika keluhan tidak membaik atau justru memburuk, segera cari bantuan tenaga kesehatan terdekat.
Peran edukasi dan kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat secara bijak sangat penting, terutama saat mudik. Banyak orang menganggap keluhan ringan tidak perlu ditangani dengan benar, padahal jika diabaikan bisa mengganggu perjalanan. Mengetahui fungsi obat OTC dan cara penggunaannya yang tepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius.
Mudik adalah momen yang penuh makna, tetapi juga membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dalam hal kesehatan. Obat OTC dapat menjadi “penolong pertama” dalam menghadapi berbagai keluhan ringan selama perjalanan. Dengan membawa obat yang tepat dan menggunakannya secara bijak, perjalanan mudik dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Jadi, sebelum berangkat, pastikan “apotek mini” Anda sudah siap!
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
