Tegal (ANTARA) - Pemerintah Kota Tegal terus meneguhkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang religius daner bermartabat melalui penguatan peran ulama sebagai penjaga moral bangsa.
Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, saat membuka Orientasi dan Pengkaderan Ulama Daerah MUI se-Eks Keresidenan Pekalongan di Khas Hotel Tegal, Sabtu (20/9) sore.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah yang juga salah satu Pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Rahmat Winarto, serta jajaran pengurus dan anggota MUI dari berbagai daerah di eks Keresidenan Pekalongan. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat fondasi spiritual dan sosial daerah.
“Ulama adalah lentera umat, penjaga akhlak, dan mitra strategis pemerintah. Melalui pengkaderan ini, kita harap lahir ulama yang tangguh, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi digital, ulama diharapkan hadir sebagai penyejuk dan penuntun masyarakat.
Sementara itu, Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyoroti tantangan era digital yang kian kompleks. Ia menyayangkan pergeseran pola komunikasi generasi muda yang lebih memilih bertanya pada mesin pencari atau AI daripada kepada ulama.
“Kita tidak bisa menolak zaman. Justru ulama harus hadir di ruang digital, membimbing umat melalui media sosial dan teknologi,” tegasnya.
Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam mencetak ulama yang relevan dengan kondisi umat masa kini, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Senada dengan itu, perwakilan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Rahmat Winarto menegaskan bahwa forum ulama memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas bangsa.
“Saat pandemi maupun demonstrasi, ulama terbukti menjadi penengah dan penyelesai masalah. Halaqah seperti ini adalah bagian dari kolaborasi strategis di Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan visi keumatan, pengkaderan ulama ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kota Tegal yang religius, sejahtera, dan bermartabat.