Solo (ANTARA) - Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Upacara Sumpah Profesi Ners Angkatan XXIX di Swiss Bel-Inn Saripetojo Solo, Jawa Tengah, Selasa.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., jajaran pimpinan fakultas, perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, serta orang tua peserta pengambilan sumpah.

Ketua Program Profesi Ners UMS Kartinah,, S.Kep., Ns., M.P.H., dalam laporannya menyampaikan seluruh mahasiswa angkatan XXIX sejumlah 79 orang telah dinyatakan lulus tepat waktu melalui SK Rektor UMS Nomor 152/II/2025. 

Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,72. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh rumah sakit, puskesmas, dan institusi kesehatan yang telah membimbing mahasiswa selama proses praktik profesi.

Pada kesempatan itu, diumumkan pula tiga lulusan terbaik, yakni Sindika Aprilia Saputri, Galih Putri Insani, dan Ade Leta Alfianti.

Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno memberikan apresiasi kepada seluruh lulusan atas perjuangan menyelesaikan pendidikan profesi. Ia menyampaikan alumni keperawatan UMS memiliki peluang besar bekerja di dalam maupun luar negeri, karena kebutuhan tenaga kesehatan sangat tinggi.

“Profesi perawat tidak hanya soal keterampilan, tapi juga transendensi, ilmu, dan nurani. Semua itu harus dijalankan agar pelayanan kepada pasien benar-benar manusiawi dan bernilai ibadah,” pesan Prof. Harun.

Perwakilan PPNI Jawa Tengah Winarno, S.Kep., Ns., dalam sambutannya menegaskan sumpah profesi merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 

Ia mengingatkan tanggung jawab perawat sangat besar karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan keselamatan pasien.

“Wisuda dan sumpah profesi bukanlah akhir, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar. Perawat harus profesional, berpegang pada etika, menguasai manajemen, mengembangkan penelitian, dan menjaga kualitas hidup profesional maupun personal,” katanya.

Winarno juga mendorong lulusan agar membaca peluang kerja, termasuk kesempatan di luar negeri. PPNI Jawa Tengah sendiri telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk program penempatan perawat di Jepang.

Perwakilan PPNI Jawa Tengah itu menyampaikan ucapan selamat kepada UMS yang ia nilai telah berhasil mencetak lulusan perawat unggul dan berdaya saing global.

“UMS telah berkembang menjadi perguruan tinggi kesehatan dengan dukungan dosen berkualitas, sarana kampus representatif, dan fasilitas kesehatan lengkap. Ini menjadi kunci keberhasilan dalam melahirkan perawat profesional,” katanya.


Pewarta : Aris Wasita
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026