Mahasiswa KKN UNS berhasil petakan kawasan rawan genangan
Kamis, 21 Maret 2024 14:12 WIB
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 berhasil melakukan pemetaan daerah rawan genangan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Surakarta. ANTARA/Ist
Semarang (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 berhasil melakukan pemetaan daerah rawan genangan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Surakarta.
Sumber merupakan kelurahan di Surakarta yang langsung berbatasan dengan Sungai Gajah Putih, Sungai Pepe, dan Sungai Sumber. Kondisi tersebut sering menimbulkan permasalahan genangan ketika hujan di antaranya di enam RW Kelurahan Sumber yakni RW II, VI, XI, XIV, XVI, dan XVII.
Arifa Umiyati, selaku Kepala Lurah Kelurahan Sumber menjelaskan bahwa Kelurahan Sumber memerlukan peta digital yang memetakan genangan, sehingga dapat di-update secara berkala.
"Kelurahan Sumber ingin memiliki pemetaan genangan khusus untuk Kelurahan Sumber yang dapat dijadikan pengambilan kebijakan di tahun-tahun selanjutnya," kata Arifa Umiyati awal tahun ini.
Mahasiswa KKN UNS 27 yang melaksanakan KKN sejak 16 Januari sampai 5 Maret 2024, yang terdiri dari sembilan mahasiswa teknik sipil dan diketuai M.H. Mahendra V.K tersebut melakukan pemetaan dengan mengolah data stasiun hujan di Surakarta dan memetakan genangan melalui aplikasi QGis.
Tujuan dari pemetaan tersebut adalah mengetahui daerah di Kelurahan Sumber yang rawan akan terjadinya genangan. Hasil pemetaan kemudian dipaparkan ke pihak Kelurahan Sumber dan warga pada Senin, 4 Maret 2024 di Kantor Kelurahan Sumber.
Peta genangan yang memuat informasi titik-titik genangan dengan luasan tertentu di Kelurahan Sumber diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenal sembilan titik di Kelurahan Sumber yang rawan akan terjadinya genangan setinggi 10-40 cm.
Persebaran genangan terdapat di RT/RW 05/II; 01/VI; 02,03/XI; 01,02,03/XIV; 03/XVI; dan 03/XVII Kelurahan Sumber. Karakteristik genangan yang ada di lapangan umumnya mengalami waktu surut selama 30-60 menit.
Berdasarkan hasil analisis, salah satu titik yang paling parah mengalami genangan adalah Lapangan Sumber dengan luas genangan mencapai 7.866,37 m2. Luasan yang besar disebabkan oleh karena kinerja drainase yang sangat buruk. Di sisi lain permasalahan tersebut diperparah dengan adanya perbedaan elevasi antara saluran pembuang menuju Sungai Pepe sehingga air yang seharusnya mengalir ke Sungai Pepe melalui saluran pembuang justru tergenang di titik tersebut.
Program kerja tersebut sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Adanya pemetaan daerah rawan genangan di Kelurahan Sumber, diharapkan dapat berkontribusi dalam penentuan kebijakan yang berorientasi kepada pemukiman layak huni dan berkelanjutan. Program kerja tersebut direspons positif oleh pihak Kelurahan Sumber.
"Terima kasih sudah dilaksanakan pemetaan genangan di Kelurahan Sumber. Diharapkan ke depannya pemetaan ini dapat di update seiring dengan kebijakan-kebijakan yang akan terlaksana untuk mengatasi genangan di Kelurahan Sumber," kata Lela Utami Suri, selaku Seksi Pembangunan Kelurahan Sumber.
Dr. Eng. Kusumaningdyah N. H., S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 27 UNS menekankan hasil pemetaan tersebut dapat disebarluaskan masyarakat dan dapat dibaca oleh masyarakat, sehingga tingkat kewaspadaan pada titik genengan bisa ada dan lebih mudah/lebih cepat mengantisipasinya dikala curah hujan cukup deras dan kuantitas air lebih besar.
Sumber merupakan kelurahan di Surakarta yang langsung berbatasan dengan Sungai Gajah Putih, Sungai Pepe, dan Sungai Sumber. Kondisi tersebut sering menimbulkan permasalahan genangan ketika hujan di antaranya di enam RW Kelurahan Sumber yakni RW II, VI, XI, XIV, XVI, dan XVII.
Arifa Umiyati, selaku Kepala Lurah Kelurahan Sumber menjelaskan bahwa Kelurahan Sumber memerlukan peta digital yang memetakan genangan, sehingga dapat di-update secara berkala.
"Kelurahan Sumber ingin memiliki pemetaan genangan khusus untuk Kelurahan Sumber yang dapat dijadikan pengambilan kebijakan di tahun-tahun selanjutnya," kata Arifa Umiyati awal tahun ini.
Mahasiswa KKN UNS 27 yang melaksanakan KKN sejak 16 Januari sampai 5 Maret 2024, yang terdiri dari sembilan mahasiswa teknik sipil dan diketuai M.H. Mahendra V.K tersebut melakukan pemetaan dengan mengolah data stasiun hujan di Surakarta dan memetakan genangan melalui aplikasi QGis.
Tujuan dari pemetaan tersebut adalah mengetahui daerah di Kelurahan Sumber yang rawan akan terjadinya genangan. Hasil pemetaan kemudian dipaparkan ke pihak Kelurahan Sumber dan warga pada Senin, 4 Maret 2024 di Kantor Kelurahan Sumber.
Peta genangan yang memuat informasi titik-titik genangan dengan luasan tertentu di Kelurahan Sumber diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenal sembilan titik di Kelurahan Sumber yang rawan akan terjadinya genangan setinggi 10-40 cm.
Persebaran genangan terdapat di RT/RW 05/II; 01/VI; 02,03/XI; 01,02,03/XIV; 03/XVI; dan 03/XVII Kelurahan Sumber. Karakteristik genangan yang ada di lapangan umumnya mengalami waktu surut selama 30-60 menit.
Berdasarkan hasil analisis, salah satu titik yang paling parah mengalami genangan adalah Lapangan Sumber dengan luas genangan mencapai 7.866,37 m2. Luasan yang besar disebabkan oleh karena kinerja drainase yang sangat buruk. Di sisi lain permasalahan tersebut diperparah dengan adanya perbedaan elevasi antara saluran pembuang menuju Sungai Pepe sehingga air yang seharusnya mengalir ke Sungai Pepe melalui saluran pembuang justru tergenang di titik tersebut.
Program kerja tersebut sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Adanya pemetaan daerah rawan genangan di Kelurahan Sumber, diharapkan dapat berkontribusi dalam penentuan kebijakan yang berorientasi kepada pemukiman layak huni dan berkelanjutan. Program kerja tersebut direspons positif oleh pihak Kelurahan Sumber.
"Terima kasih sudah dilaksanakan pemetaan genangan di Kelurahan Sumber. Diharapkan ke depannya pemetaan ini dapat di update seiring dengan kebijakan-kebijakan yang akan terlaksana untuk mengatasi genangan di Kelurahan Sumber," kata Lela Utami Suri, selaku Seksi Pembangunan Kelurahan Sumber.
Dr. Eng. Kusumaningdyah N. H., S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 27 UNS menekankan hasil pemetaan tersebut dapat disebarluaskan masyarakat dan dapat dibaca oleh masyarakat, sehingga tingkat kewaspadaan pada titik genengan bisa ada dan lebih mudah/lebih cepat mengantisipasinya dikala curah hujan cukup deras dan kuantitas air lebih besar.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS kirim KKN Dik FKIP ke Sabah, perkuat literasi keuangan dan pemrograman di CLC
16 January 2026 18:07 WIB
UIN Walisongo lepas peserta KKN Mandiri Misi Khusus (MMK) 2026 di Wonosobo
15 January 2026 18:27 WIB
KKN Dik Plus Umroh, mahasiswa FKIP UMS dapat pengalaman global di Arab Saudi
15 January 2026 16:57 WIB
Mahasiswa KKN UNS jadi Duta Penguatan Koperasi Merah Putih dan Jaminan Sosial
06 January 2026 18:49 WIB
UIN Walisongo: Masih ada satu mahasiswi KKN hanyut di Kendal belum ditemukan
05 November 2025 12:00 WIB
Enam mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang hanyut di Sungai Genting Kendal
05 November 2025 10:27 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Pemkab Batang: Anggaran BTT untuk penanganan bencana Rp11 miliar belum perlu digunakan
23 January 2026 21:18 WIB