Purwokerto (ANTARA) - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Slamet Rosyadi menilai praktik baik yang dilakukan pemerintah selama pandemi COVID-19 perlu dilembagakan.
"Artinya, pengalaman di dalam memulihkan beban rakyat akibat pandemi sebaiknya dikembangkan untuk terus menjadi spirit pemerintah di dalam memberdayakan rakyat," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam.
Dengan spirit pemberdayaan masyarakat itu, kata dia, pemerintah tidak lantas membiarkan rakyat kembali seperti tidak ada pandemi.
Padahal, selama pandemi banyak praktik baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat, di antaranya peningkatan semangat gotong royong dan meningkatnya kesadaran untuk menjaga kebersihan.
Bahkan, praktik-praktik baik yang telah dilaksanakan selama pandemi, terutama saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), banyak yang masih dapat diterapkan sampai kapanpun.
"Di era endemi, kebijakan PPKM tidak masalah dicabut asalkan berbagai fasilitas umum mendukung tetap dijaga. Misalnya, fasilitas cuci tangan sebaiknya tetap disediakan," kata Guru Besar Bidang Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu.
Ia mengaku melihat beberapa institusi pemerintah malah meniadakan sarana cuci tangan. "Padahal budaya cuci tangan sangat baik," tegasnya.
Terkait dengan persiapan menuju endemi, dia mengatakan hal itu perlu didukung kebijakan perlindungan kesehatan yang baik, khususnya masyarakat miskin dan perdesaan agar produktivitasnya terjaga.
"Kemudian, perlu dibarengi dengan kebijakan pemberdayaan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk dan ekspansi pasar," kata Prof Rosyadi.
Praktik baik pemerintah selama pandemi perlu dilembagakan
Jumat, 10 Maret 2023 22:07 WIB
Pengamat kebijakan publik dari Unsoed Purwokerto Prof Slamet Rosyadi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Pewarta : Sumarwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dari layar ke sangkar: kisah dosen FKI UMS menemukan inspirasi dan prestasi di dunia burung
05 May 2026 15:30 WIB
Koperasi Desa Merah Putih di Klaten terima 50 mobil pikap tahap pertama dari Agrinas
04 May 2026 14:33 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB