Pemkab Batang optimalkan vaksinasi COVID-19 di tempat keramaian
Senin, 4 Juli 2022 20:26 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Batang sedang memberikan vaksinasi penguat (booster) pada warga di Batang, Minggu (3/7/2022). (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus mengoptimalkan percepatan vaksinasi penguat (booster) di sejumlah titik keramaian meski kasus COVID-19 kini sudah mulai melandai.
Kepala bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Yuli Suryandaru di Batang, Senin, mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi penguat masih cukup lambat sehingga Dinkes menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) membuka layanan vaksin di ruang publik.
"Kami mencoba mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian seperti warga yang sedang berolahraga, di area Car Free Day Jalan Veteran Batang ,maupun tempat publik lainnya," katanya.
Baca juga: Ganjar genjot vaksin booster di Jateng
Menurut dia, pencapaian vaksinasi penguat kini baru mencapai 16,30 persen dari target 40 persen yang harus selesai pada Agustus 2022.
"Kami menargetkan bisa 40 persen pada akhir Agustus 2022. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat mengikuti kegiatan vaksin," katanya.
Dikatakannya, turunnya pencapaian vaksinasi penguat ini karena masyarakat memiliki anggapan bahwa dengan melakukan dua kali vaksin sudah cukup dan tidak perlu lagi vaksin lagi.
"Warga menilai kasus COVID-19 sudah menurun drastis sehingga mereka tidak berminat lagi melakukan vaksinasi penguat padahal hal itu masih sangat dibutuhkan karena kasus masih ada," katanya.
Yuli Suryandharu mengatakan pencapaian vaksinasi untuk masyarakat umum dosis pertama mencapai 80 persen dan dosis kedua 70 persen dari target sasaran sekitar 600 ribu orang.
"Adapun pencapaian vaksinasi dosis pertama untuk warga lanjut usia sebanyak 70 persen dan dosis kedua 60 persen," kata Yuli Suryandaru.
Baca juga: Melalui posyandu, Pemkot Surakarta masif vaksinasi penguat
Baca juga: Unsoed dan Polresta Banyumas gelar vaksinasi penguat bagi mahasiswa
Kepala bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Yuli Suryandaru di Batang, Senin, mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi penguat masih cukup lambat sehingga Dinkes menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) membuka layanan vaksin di ruang publik.
"Kami mencoba mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian seperti warga yang sedang berolahraga, di area Car Free Day Jalan Veteran Batang ,maupun tempat publik lainnya," katanya.
Baca juga: Ganjar genjot vaksin booster di Jateng
Menurut dia, pencapaian vaksinasi penguat kini baru mencapai 16,30 persen dari target 40 persen yang harus selesai pada Agustus 2022.
"Kami menargetkan bisa 40 persen pada akhir Agustus 2022. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat mengikuti kegiatan vaksin," katanya.
Dikatakannya, turunnya pencapaian vaksinasi penguat ini karena masyarakat memiliki anggapan bahwa dengan melakukan dua kali vaksin sudah cukup dan tidak perlu lagi vaksin lagi.
"Warga menilai kasus COVID-19 sudah menurun drastis sehingga mereka tidak berminat lagi melakukan vaksinasi penguat padahal hal itu masih sangat dibutuhkan karena kasus masih ada," katanya.
Yuli Suryandharu mengatakan pencapaian vaksinasi untuk masyarakat umum dosis pertama mencapai 80 persen dan dosis kedua 70 persen dari target sasaran sekitar 600 ribu orang.
"Adapun pencapaian vaksinasi dosis pertama untuk warga lanjut usia sebanyak 70 persen dan dosis kedua 60 persen," kata Yuli Suryandaru.
Baca juga: Melalui posyandu, Pemkot Surakarta masif vaksinasi penguat
Baca juga: Unsoed dan Polresta Banyumas gelar vaksinasi penguat bagi mahasiswa
Pewarta : Kutnadi
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Batang: Anggaran BTT untuk penanganan bencana Rp11 miliar belum perlu digunakan
23 January 2026 21:18 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB