SG gunakan solar panel untuk operasional perusahaan
Rabu, 29 Juni 2022 19:42 WIB
Karyawan PTSG melakukan pengecekan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang dengan kapasitas 14,55 kWp (kilowatt peak) sebagai komitmen mengurangi dampak perubahan iklim serta emisi gas karbondioksida dan gas rumah kaca, Rabu, 29 Juni 2022. ANTARA/HO-PTSG
Semarang (ANTARA) - PT Semen Gresik (PTSG) memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung proses operasional Pabrik Rembang, salah satunya dengan adanya 30 panel solar cell atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang dengan kapasitas 14,55 kWp (kilowatt peak).
Senior Manager Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata dalam keterangan persnya yang diterima di Semarang, Rabu menjelaskan tujuan penggunaan solar panel adalah penghematan energi dan mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Akselerasi pemanfaatan EBT, kata Dharma, adalah komitmen perusahaan untuk efisiensi energi, sekaligus bentuk nyata dukungan terhadap kesepakatan global dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta emisi gas karbondioksida dan gas rumah kaca.
"Pemanfaatan solar panel juga merupakan upaya perusahaan mendukung program keberlanjutan dan transformasi teknologi yang telah dicanangkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)," kata Dharma.
Baca juga: Semen Gresik dan BPBD Rembang perkuat desa tangguh bencana di Rembang
Baca juga: Dorong manufacturing excellence, SG optimalkan bahan bakar alternatif limbah kulit
Dharma menjelaskan konstruksi solar panel dimulai pada akhir Desember 2021 dan selesai uji coba di pertengahan Januari 2022. Total energi yang dibangkitkan sampai dengan akhir Juni 2022 ini yaitu 4,09 MWh.
Ia mengakui untuk persentasi energi yang di-backup untuk skala energi total pabrik memang belum optimal karena bersifat pilot project. Meskipun demikian, lanjut dia, solar panel system yang ada saat ini spesifik digunakan untuk menopang kebutuhan energi listrik peralatan laboratorium di CCR dan mampu menyuplai rata-rata 60 sampai 70 persen dari kebutuhan energi bulanan laboratorium.
"Pemanfaatan solar panel kami pandang efektif untuk efisiensi biaya listrik karena mampu menghemat biaya bulanan secara signifikan," katanya.
Baca juga: HUT ke-2, Anak perusahaan Semen Gresik di Rembang catat kenaikan pendapatan 500 persen
Dharma menambahkan solar panel adalah pembangkit listrik yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Solar panel system yang saat ini terpasang di atap gedung CCR Pabrik Rembang menggunakan topologi On Grid Solar Panel System.
Pengertian On Grid Solar Panel System ini artinya energi listrik yang terbangkitkan akan langsung dikoneksikan ke sistem yang sudah ada (yang disuplai oleh PLN) dan tidak membutuhkan baterai.
"Apabila kapasitas solar panel terpasang terus ditingkatkan secara signifikan maka akan memberikan efek yang baik terhadap lingkungan dan penghematan biaya bagi operasional perusahaan," tutup Dharma.
Baca juga: Reni Wulandari jabat Direktur Produksi PT Semen Gresik
Senior Manager Komunikasi dan CSR PTSG Dharma Sunyata dalam keterangan persnya yang diterima di Semarang, Rabu menjelaskan tujuan penggunaan solar panel adalah penghematan energi dan mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Akselerasi pemanfaatan EBT, kata Dharma, adalah komitmen perusahaan untuk efisiensi energi, sekaligus bentuk nyata dukungan terhadap kesepakatan global dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta emisi gas karbondioksida dan gas rumah kaca.
"Pemanfaatan solar panel juga merupakan upaya perusahaan mendukung program keberlanjutan dan transformasi teknologi yang telah dicanangkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)," kata Dharma.
Baca juga: Semen Gresik dan BPBD Rembang perkuat desa tangguh bencana di Rembang
Baca juga: Dorong manufacturing excellence, SG optimalkan bahan bakar alternatif limbah kulit
Dharma menjelaskan konstruksi solar panel dimulai pada akhir Desember 2021 dan selesai uji coba di pertengahan Januari 2022. Total energi yang dibangkitkan sampai dengan akhir Juni 2022 ini yaitu 4,09 MWh.
Ia mengakui untuk persentasi energi yang di-backup untuk skala energi total pabrik memang belum optimal karena bersifat pilot project. Meskipun demikian, lanjut dia, solar panel system yang ada saat ini spesifik digunakan untuk menopang kebutuhan energi listrik peralatan laboratorium di CCR dan mampu menyuplai rata-rata 60 sampai 70 persen dari kebutuhan energi bulanan laboratorium.
"Pemanfaatan solar panel kami pandang efektif untuk efisiensi biaya listrik karena mampu menghemat biaya bulanan secara signifikan," katanya.
Baca juga: HUT ke-2, Anak perusahaan Semen Gresik di Rembang catat kenaikan pendapatan 500 persen
Dharma menambahkan solar panel adalah pembangkit listrik yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Solar panel system yang saat ini terpasang di atap gedung CCR Pabrik Rembang menggunakan topologi On Grid Solar Panel System.
Pengertian On Grid Solar Panel System ini artinya energi listrik yang terbangkitkan akan langsung dikoneksikan ke sistem yang sudah ada (yang disuplai oleh PLN) dan tidak membutuhkan baterai.
"Apabila kapasitas solar panel terpasang terus ditingkatkan secara signifikan maka akan memberikan efek yang baik terhadap lingkungan dan penghematan biaya bagi operasional perusahaan," tutup Dharma.
Baca juga: Reni Wulandari jabat Direktur Produksi PT Semen Gresik
Pewarta : KSM
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Semen Gresik kucurkan Rp1,05 M bangun infrastruktur desa sekitar perusahaan
30 December 2025 14:21 WIB
SIG bersama Semen Gresik terima kunjungan Duta Minerba dari Kementerian ESDM
10 December 2025 9:12 WIB
Semen Gresik perkokoh jaringan distributor dan toko bangunan di Area 4 Jateng
29 November 2025 14:51 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB