Tak hanya cuci darah, CAPD juga dijamin JKN-KIS
Kamis, 19 Mei 2022 14:57 WIB
Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi RSUP dr. Kariadi sekaligus Ketua Korwil PERNEFRI Jawa Tengah Lestariningsih. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Semarang (ANTARA) - Dokter Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi RSUP dr. Kariadi sekaligus Ketua Korwil PERNEFRI Jawa Tengah Lestariningsih sangat mendukung adanya Program JKN-KIS, sebab kehadirannya sangat membantu peserta yang membutuhkan pelayanan rutin karena memiliki riwayat penyakit gagal ginjal kronis.
Ia menjelaskan tidak hanya obat-obatan dan terapi hemodialisis yang dijamin oleh Program JKN-KIS. Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau metode cuci darah yang dilakukan lewat perut dan transplantasi ginjal juga dijamin.
Seperti halnya di Hongkong, katanya, first line terapi pasien gagal ginjal kronis melalui CAPD, namun dengan kemudahan terapi CAPD yang bisa dilakukan oleh pasien, terapi ini wajib dilakukan oleh pasien yang memiliki tingkat awareness tinggi untuk meminimalisir peritonitis (peradangan pada peritonium).
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, karena telah menghadirkan BPJS Kesehatan untuk mengelola Program JKN-KIS bagi pasien pasien ginjal kronis yang membutuhkan terapi pengganti," katanya.
Ia menambahkan rata-rata pasien yang datang ke spesialis ginjal adalah pasien usia lanjut. Padahal seharusnya risiko penyakit ginjal ini harus ditemukan sedini mungkin dan semuda mungkin untuk dapat dilakukan pencegahan penyakit ginjal kronis sehingga tidak sampai dilakukan proses cuci darah.
Menurutnya, saat ini telah terjadi pergeseran penderita gagal ginjal kronis. Risiko gagal ginjal mulai menghantui generesi muda masa kini, sehingga dalam memperingati Hari Ginjal Sedunia, pihaknya melakukan deteksi dini pada penyakit ginjal kronis.
"Saya sedih sekali, jika bertemu dengan seseorang yang memiliki potensi dan karya yang bagus namun telah menderita gagal ginjal kronis, padahal generasi muda saat ini diharapkan menjadi generasi yang lebih kuat dibandingkan generasi saya. Harus fighting dan kuat sebagai tulang punggung negara," katanya.
Baca juga: Berikut tujuh tempat pijat relaksasi gratis bagi pemudik
Ia pun mengapresiasi BPJS Kesehatan yang menghadirkan fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN. Kehadiran fitur ini menurutnya perlu dimanfaatkan oleh masyarakat
"Sudah sepatutnya masyarakat melakukan skrining riwayat kesehatan itu sendiri, bahkan dari awal sebagai langkah pencegahan, sehingga bisa memperoleh pengobatan sejak dini. Peran dokter anak juga diperlukan, dokter anak perlu menjaring yang memiliki kelainan sejak dini," tambahnya.
Menimbang, begitu banyaknya masyarakat yang memiliki penyakit katastropik, Lestariningsih berharap sustainbilitas Program JKN-KIS ini bisa terjaga dan makin meningkat.
"Jangan sampai nanti pasien-pasien itu datang pada saat membutuhkan dana pelayanan kesehatan yang sangat tinggi. Asas gotong royong, tolong menolong yang ikhlas yang sangat penting dalam program ini," katanya.
Baca juga: Unsoed Purwokerto dan BPJS Kesehatan jalin kemitraan strategis
Ia menjelaskan tidak hanya obat-obatan dan terapi hemodialisis yang dijamin oleh Program JKN-KIS. Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau metode cuci darah yang dilakukan lewat perut dan transplantasi ginjal juga dijamin.
Seperti halnya di Hongkong, katanya, first line terapi pasien gagal ginjal kronis melalui CAPD, namun dengan kemudahan terapi CAPD yang bisa dilakukan oleh pasien, terapi ini wajib dilakukan oleh pasien yang memiliki tingkat awareness tinggi untuk meminimalisir peritonitis (peradangan pada peritonium).
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, karena telah menghadirkan BPJS Kesehatan untuk mengelola Program JKN-KIS bagi pasien pasien ginjal kronis yang membutuhkan terapi pengganti," katanya.
Ia menambahkan rata-rata pasien yang datang ke spesialis ginjal adalah pasien usia lanjut. Padahal seharusnya risiko penyakit ginjal ini harus ditemukan sedini mungkin dan semuda mungkin untuk dapat dilakukan pencegahan penyakit ginjal kronis sehingga tidak sampai dilakukan proses cuci darah.
Menurutnya, saat ini telah terjadi pergeseran penderita gagal ginjal kronis. Risiko gagal ginjal mulai menghantui generesi muda masa kini, sehingga dalam memperingati Hari Ginjal Sedunia, pihaknya melakukan deteksi dini pada penyakit ginjal kronis.
"Saya sedih sekali, jika bertemu dengan seseorang yang memiliki potensi dan karya yang bagus namun telah menderita gagal ginjal kronis, padahal generasi muda saat ini diharapkan menjadi generasi yang lebih kuat dibandingkan generasi saya. Harus fighting dan kuat sebagai tulang punggung negara," katanya.
Baca juga: Berikut tujuh tempat pijat relaksasi gratis bagi pemudik
Ia pun mengapresiasi BPJS Kesehatan yang menghadirkan fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN. Kehadiran fitur ini menurutnya perlu dimanfaatkan oleh masyarakat
"Sudah sepatutnya masyarakat melakukan skrining riwayat kesehatan itu sendiri, bahkan dari awal sebagai langkah pencegahan, sehingga bisa memperoleh pengobatan sejak dini. Peran dokter anak juga diperlukan, dokter anak perlu menjaring yang memiliki kelainan sejak dini," tambahnya.
Menimbang, begitu banyaknya masyarakat yang memiliki penyakit katastropik, Lestariningsih berharap sustainbilitas Program JKN-KIS ini bisa terjaga dan makin meningkat.
"Jangan sampai nanti pasien-pasien itu datang pada saat membutuhkan dana pelayanan kesehatan yang sangat tinggi. Asas gotong royong, tolong menolong yang ikhlas yang sangat penting dalam program ini," katanya.
Baca juga: Unsoed Purwokerto dan BPJS Kesehatan jalin kemitraan strategis
Pewarta : KSM
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
Polisi gelar pelayanan kesehatan gratis dan pemulihan trauma anak-anak korban banjir Purbalingga
25 January 2026 10:34 WIB
TP Posyandu Jateng gandeng Psikologi Undip perkuat layanan kesehatan mental
23 January 2026 20:08 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Dari UMS ke pedalaman Maluku, kisah Dokter Ferianis perjuangkan hak kesehatan masyarakat terpencil
17 January 2026 16:26 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB