Pengangguran di Jateng meningkat 6,26 persen
Senin, 9 Mei 2022 18:56 WIB
Tangkapan layar laman Youtube BPS Jateng saat Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana menyampaikan rilis tingkat pengangguran Jateng di Semarang, Senin. (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat jumlah pengangguran di provinsi tersebut hingga Februari 2022 mengalami peningkatan sekitar 70 ribu orang atau sekitar 6,26 persen.
Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan hingga Februari 2022 terdapat 1,19 juta penduduk provinsi yang menganggur.
Jumlah itu mengalami kenaikan 6,26 persen di banding periode Februari 2021 yang mencapai 1,12 juta orang.
Ia menjelaskan pada Februari 2022, penghitungan indikator ketenagakerjaan menggunakan penimbang hasil proyeksi penduduk berdasarkan hasil pendataan Sensus Penduduk 2020.
Pada Februari 2022, lanjut dia, komposisi angkatan kerja Provinsi Jawa Tengah meningkat di banding periode yang sama tahun sebelumnya, dari 18,82 juta orang menjadi 20,76 juta orang.
Baca juga: Inflasi Jateng 1,07 persen pada April 2022
Sementara itu, kata dia, jika dilihat dari tempat tinggalnya, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi di banding perdesaan.
"Tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mencapai 7,48 persen, di perdesaan 3,99 persen," katanya.
Ia menuturkan tingkat pengangguran di perdesaan dan perkotaan pada Februari 2022 juga sama-sama mengalami peningkatan jika di banding periode yang sama tahun lalu.
Adapun untuk penduduk bekerja di Jawa Tengah, menurut dia, jika dilihat dari tingkat pendidikan maka lulusan Sekolah Dasar masih mendominasi dengan 45,35 persen.
"Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja," tambahnya.
Baca juga: BPS tegaskan Jawa Tengah bukan provinsi termiskin se-Jawa
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia Kota Salatiga tertinggi di Jateng
Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan hingga Februari 2022 terdapat 1,19 juta penduduk provinsi yang menganggur.
Jumlah itu mengalami kenaikan 6,26 persen di banding periode Februari 2021 yang mencapai 1,12 juta orang.
Ia menjelaskan pada Februari 2022, penghitungan indikator ketenagakerjaan menggunakan penimbang hasil proyeksi penduduk berdasarkan hasil pendataan Sensus Penduduk 2020.
Pada Februari 2022, lanjut dia, komposisi angkatan kerja Provinsi Jawa Tengah meningkat di banding periode yang sama tahun sebelumnya, dari 18,82 juta orang menjadi 20,76 juta orang.
Baca juga: Inflasi Jateng 1,07 persen pada April 2022
Sementara itu, kata dia, jika dilihat dari tempat tinggalnya, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi di banding perdesaan.
"Tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mencapai 7,48 persen, di perdesaan 3,99 persen," katanya.
Ia menuturkan tingkat pengangguran di perdesaan dan perkotaan pada Februari 2022 juga sama-sama mengalami peningkatan jika di banding periode yang sama tahun lalu.
Adapun untuk penduduk bekerja di Jawa Tengah, menurut dia, jika dilihat dari tingkat pendidikan maka lulusan Sekolah Dasar masih mendominasi dengan 45,35 persen.
"Tingkat pendidikan dapat mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja," tambahnya.
Baca juga: BPS tegaskan Jawa Tengah bukan provinsi termiskin se-Jawa
Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia Kota Salatiga tertinggi di Jateng
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB