Sukoharjo (ANTARA) - Polres Sukoharjo melaksanakan program "Police Go To School" dengan mendatangi sekolah di SMK Pembangunan Nasional Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Senin, untuk menekankan disiplin protokol kesehatan mencegah melonjaknya kasus COVID-19 di wilayahnya.

Pada kegiatan program Police Go To School yang dipimpin oleh Kepala Bagian Operasional (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Sukoharjo Iptu Sri Wuri Handayani, memberikan imbauan kepada siswa siswi untuk selalu mematuhi prokes dan tertib dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, mengingat para generasi muda ini yang akan menjadi penerus bangsa.

Selain itu, Iptu Sri Wuri Handayani juga mengimbau siswa-siswi SMK Pembangunan Nasional Sukoharjo agar menghindari kenakalan-kenakalan remaja seperti tawuran, terjerat obat-obat terlarang (Narkoba), dan mengendarai motor dengan ugal-ugalan.

"Kami juga mengingatkan siswa-siswi untuk tetap mematuhi prokes, mengingat sekarang ini masih dalam pandemi COVID-19 untuk mencegah bertambahnya penularan," kata Handayani.

Handayani menjelaskan kegiatan Police Go To School merupakan program polisi masuk di lingkungan sekolah dengan tujuan baik untuk memberikan sosialisasi maupun motivasi-motivasi kepada anak-anak sekolah.

"Jadi Police Go To School ini, untuk memberikan pesan-pesan kepada adik-adik yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa supaya dapat memanfaatkan pendidikan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Sementara perkembangan kasus COVID-19 berdasarkan data Dinkes Sukoharjo, menyebutkan, ada tambahan kasus aktif baru sebanyak empat orang sehingga menjadi 79 orang. Kasus aktif COVID-19 itu, terdiri dari 41 pasien menjalani isolasi mandiri dan 38 pasien dirawat di rumah sakit.

Warga Kabupaten Sukoharjo yang sembuh dari COVID-19 per tanggal 31 Januari ini, ada sebanyak 13.416 orang atau sekitar 89 persen dari total akumulasi sebanyak 15.058 kasus. Sedangkan, angka kematian karena COVID-19 ada 1.563 kasus. Sukoharjo masuk zona resiko rendah atau warga kuning.