PTM yang timbulkan penyebaran COVID-19 perlu segera dievaluasi
Sejumlah pelajar menunggu giliran divaksin pada vaksinasi COVID-19 di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (21/9/2021). Pemerintah mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar sebagai syarat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah di luar zona merah dan hingga 21/9 realisasinya di se Sulawesi Tengah baru mencapai 10 ribu pelajar atau 3,22 persen vaksin dosis pertama dari target 314,61 ribu pelajar se Sulteng. ANTARA/Basri Marzuki
"Bermunculannya laporan positif COVID-19 yang menimpa para siswa di saat PTM dilaksanakan harus segera ditindaklanjuti dengan evaluasi, hingga ditemukan penyebab terjadinya paparan virus corona terhadap pengajar dan peserta didik itu," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin.
Lestari mengingatkan pentingnya evaluasi tersebut untuk menyempurnakan kegiatan PTM selanjutnya.
Sejak penyelenggaraan PTM dimulai September 2021, sejumlah media memberitakan telah terjadi paparan COVID-19 terhadap siswa dan guru seperti antara lain terjadi di Bandung, Jawa Barat; Bantul, D.I. Yogyakarta, dan Solo, Jawa Tengah.
Catatan di laman vaksin.kemenkes.go.id, Kamis (4/11), melaporkan baru 7,11 juta anak usia 12 -17 tahun atau 26,65 persen dari target divaksinasi dosis pertama. Adapun target vaksinasi COVID-19 anak-anak usia 12 -17 tahun yang ditetapkan pemerintah adalah 26,70 juta orang.
Relatif sedikitnya jumlah anak yang sudah divaksin dan bermunculannya peserta didik yang terpapar COVID-19 pada penyelenggaraan PTM, menurut Lestari, seharusnya menjadi perhatian para pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan pada pelaksanaan PTM.
Peristiwa terpaparnya siswa dan pengajar di berbagai daerah itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus segera diketahui penyebabnya sehingga tidak berulang di daerah lainnya.
Dengan berbekal informasi hasil evaluasi itu, tegas Rerie, para pemangku kepentingan harus sigap mengambil langkah untuk mengatasi penyebab terpapar COVID-19 nya para siswa dan guru.
Audit ulang kesiapan penyelenggara pendidikan dan peserta didik dalam melakukan PTM, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, harus dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam penyenggaraan PTM di sejumlah daerah.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, mengingatkan kepada para penyelenggara pendidikan, agar mengedepankan aspek keselamatan para peserta didik dan guru dalam proses PTM di masa pandemi.
Kemampuan untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam proses belajar mengajar di sekolah, tegas Rerie, harus menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan PTM.***
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus COVID-19 ditemukan di Batang, pemkab imbau warga terapkan protokol kesehatan
24 December 2023 14:44 WIB, 2023
Wali Kota Semarang minta perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan
22 December 2023 8:00 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB