BPS: Jateng alami inflasi 0,25 persen pada Oktober 2021
Senin, 1 November 2021 17:36 WIB
Tangkapan layar Plt Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono menjelaskan perkembangan inflasi pada Oktober 2021 secara daring di Semarang, Jateng, Senin (1/11/2021). ANTARA/IC Senjaya
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2021, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,25 persen setelah dua bulan berturut-turut sebelumnya mengalami deflasi.
"Pada Agustus dan September, Jawa Tengah mengalami deflasi. Pada Oktober, perkembangan harga lebih terasa," kata Plt Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Jateng, Senin.
Pada Agustus dan September 2021, Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar -0,01 dan -0,10 persen.
Adapun kenaikan harga sejumlah komoditas yang memicu inflasi pada Oktober 2021, kata Sentot, antara lain cabai merah dan cabai rawit.
"Sempat terjadi kelangkaan pasokan cabai karena bersamaan dengan saat musim tanam," katanya.
Selain cabai, kata dia, kenaikan harga tiket pesawat terbang serta rokok kretek filter juga memicu terjadinya inflasi.
Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi, lanjut dia, antara lain telur ayam, tomat, mobil, serta emas perhiasan.
"Pembebasan PPnBM berpengaruh terhadap harga mobil," tambahnya.
Sementara dari enam kota di Jawa Tengah, yang menjadi wilayah survei perhitungan indeks harga konsumen (IHK), kata dia, seluruhnya mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,45 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Kudus sebesar 0,14 persen.
"Pada Agustus dan September, Jawa Tengah mengalami deflasi. Pada Oktober, perkembangan harga lebih terasa," kata Plt Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono di Semarang, Jateng, Senin.
Pada Agustus dan September 2021, Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar -0,01 dan -0,10 persen.
Adapun kenaikan harga sejumlah komoditas yang memicu inflasi pada Oktober 2021, kata Sentot, antara lain cabai merah dan cabai rawit.
"Sempat terjadi kelangkaan pasokan cabai karena bersamaan dengan saat musim tanam," katanya.
Selain cabai, kata dia, kenaikan harga tiket pesawat terbang serta rokok kretek filter juga memicu terjadinya inflasi.
Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi, lanjut dia, antara lain telur ayam, tomat, mobil, serta emas perhiasan.
"Pembebasan PPnBM berpengaruh terhadap harga mobil," tambahnya.
Sementara dari enam kota di Jawa Tengah, yang menjadi wilayah survei perhitungan indeks harga konsumen (IHK), kata dia, seluruhnya mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,45 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Kudus sebesar 0,14 persen.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bea Cukai Kudus berlakukan ultimum remedium pada 14 kasus rokok ilegal Januari hingga Oktober 2025
19 November 2025 14:29 WIB
Perum Bulog Surakarta luncurkan bantuan pangan alokasi Oktober-November 2025
30 October 2025 20:23 WIB
BNN Jateng musnahkan barang bukti narkoba hasil operasi Juli–Oktober 2025
08 October 2025 17:07 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY per Oktober 2024 salurkan klaim Rp5,4 triliun
14 November 2024 9:03 WIB, 2024