Batang minta perusahaan Wanho pasarkan produknya di Indonesia
Kamis, 10 Juni 2021 20:56 WIB
Para pekerja PT Wanho Industries Indonesia sedang melakukan pengemasan mobil miniatur. Produk mobil miniatur tersebut selanjutnya di ekspor ke Amerika Serikat dan Australia, Kamis (10/6/2021). (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, minta pada perusahaan PT Wanho Industries Indonesia yang memproduksi mobil miniatur ini dapat dipasarkan di Indonesia.
"Ternyata produk-produk (mobil miniatur) yang dihasilkan bagus. Oleh karena, kami minta PT Wanho produknya dapat dipasarkan di Indonesia," kata Bupati Batang Wihaji di Batang, Kamis.
Perusahaan asal China di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang tersebut selama ini hasil produknya diekspor ke sejumlah pasar mancanegara seperti Amerika Serikat dan Australia.
Wihaji mengatakan produk mobil miniatur ini beragam sehingga akan membutuhkan tenaga kerja desain grafis.
"Produknya juga bisa beragam sehingga dibutuhkan desain grafis yang nantinya bisa memproduksi selain miniatur mobil, selama pasarnya menjanjikan," katanya.
Ia mengatakan untuk standar upah bagi para pekerjanya rata-rata setara upah minimum kabupaten (UMK).
"Akan tetapi, jika ada lembur kerja bisa mencapai Rp4 juta. Jumlah pekerja sebanyak 150 orang dan hingga akhir 2021 ditargetkan 1.000 karyawan baru," katanya.
Bupati berharap warga harus mempersiapkan diri dalam sumber daya manusia (SDM), terutama lulusan SMK/SMA, sarjana, maupun S2.
"Bagi warga Kabpaten Batang bisa melamar melalui aplikasi Batang Karir. Kami akan memprioritaskan bagi warga lokal untuk mendapat peluang pekerjaan," katanya.
Direktur PT Wanho Industries Indonesia Mr. Tam Chit Ho mengatakan jumlah produk yang dihasilkan setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari 1.000 unit.
"Semua produknya diekspor ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia. Perusahaan ini masih membutuhkan banyak tenaga ahli, di antaranya tenaga teknis dan desain grafis," katanya.
"Ternyata produk-produk (mobil miniatur) yang dihasilkan bagus. Oleh karena, kami minta PT Wanho produknya dapat dipasarkan di Indonesia," kata Bupati Batang Wihaji di Batang, Kamis.
Perusahaan asal China di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang tersebut selama ini hasil produknya diekspor ke sejumlah pasar mancanegara seperti Amerika Serikat dan Australia.
Wihaji mengatakan produk mobil miniatur ini beragam sehingga akan membutuhkan tenaga kerja desain grafis.
"Produknya juga bisa beragam sehingga dibutuhkan desain grafis yang nantinya bisa memproduksi selain miniatur mobil, selama pasarnya menjanjikan," katanya.
Ia mengatakan untuk standar upah bagi para pekerjanya rata-rata setara upah minimum kabupaten (UMK).
"Akan tetapi, jika ada lembur kerja bisa mencapai Rp4 juta. Jumlah pekerja sebanyak 150 orang dan hingga akhir 2021 ditargetkan 1.000 karyawan baru," katanya.
Bupati berharap warga harus mempersiapkan diri dalam sumber daya manusia (SDM), terutama lulusan SMK/SMA, sarjana, maupun S2.
"Bagi warga Kabpaten Batang bisa melamar melalui aplikasi Batang Karir. Kami akan memprioritaskan bagi warga lokal untuk mendapat peluang pekerjaan," katanya.
Direktur PT Wanho Industries Indonesia Mr. Tam Chit Ho mengatakan jumlah produk yang dihasilkan setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari 1.000 unit.
"Semua produknya diekspor ke luar negeri seperti Amerika Serikat dan Australia. Perusahaan ini masih membutuhkan banyak tenaga ahli, di antaranya tenaga teknis dan desain grafis," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng alokasikan anggaran pengerukan pendangkalan muara sungai Batang
07 February 2026 13:31 WIB
Pemkab Batang salurkan bantuan pangan bagi 6 ribu keluarga nelayan terdampak banjir
06 February 2026 13:19 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB