Pemkab Banjarnegara apresiasi tes antigen bagi guru
Selasa, 30 Maret 2021 22:27 WIB
Relawan PMI melakukan regristrasi guru yang akan melakukan tes antigen di Banjarnegara, Selasa (30/3/2021) (ANTARA/HO - Humas PMI Banjarnegara
Banjarnegara, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi layanan tes antigen bagi 350 guru yang digelar oleh Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
"Kami mengapresiasi kegiatan PMI ini dan berharap dapat menjadi penyemangat bagi guru untuk segera bertemu dengan murid dan kembali ke sekolah melakukan pembelajaran tatap muka," kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami di Banjarnegara, Selasa.
Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi sektor pendidikan di Banjarnegara.
"Kami akan selalu mendukung dan siap bersinergi bersama PMI untuk berkolaborasi dalam bidang sosial kemanusiaan dan pendidikan generasi muda, agar dapat mencetak penerus bangsa yang tangguh dan berjiwa kemanusiaan," katanya.
Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tetap mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Kami juga terus mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan terkait rencana pembelajaran tatap muka agar dapat berjalan dengan baik dan optimal namun tetap berdasarkan pada disiplin penerapan protokol kesehatan," katanya.
Baca juga: Pulang wisata dari Bali, 193 warga Boyolali dites cepat antigen
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana menjelaskan kegiatan tes antigen bagi guru tersebut dilakukan untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peran PMI di tengah masyarakat sekaligus membantu tugas pemerintah dalam bidang sosial kemasyarakatan dan kesehatan.
Dia juga mengatakan kegiatan dari PMI pusat yang didukung oleh Philips Foundation ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
"Untuk mencegah kerumunan dan konsentrasi massa maka kegiatan ini dilaksanakan di 20 titik atau di lokasi Puskesmas yang ditunjuk oleh PMI," katanya.
Dia berharap dengan adanya tes antigen ini dapat membantu para tenaga pengajar atau guru yang belum terfasilitasi atau belum mendapat jadwal vaksinasi sehingga nantinya dapat membantu lancarnya kegiatan pembelajaran tatap muka.
Dia juga mengatakan pelayanan tes antigen tersebut berlangsung mulai hari ini dan Rabu (31/3).
"Semoga hasil kegiatan ini akan optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan," katanya.
Baca juga: Pelaksanaan Piala Menpora 2021 terapkan prokes ketat
Baca juga: Banyumas tes antigen pengidap komorbid di 80 desa/kelurahan
Baca juga: Tempat keramaian, Dinkes Kudus gelar rapid test antigen
"Kami mengapresiasi kegiatan PMI ini dan berharap dapat menjadi penyemangat bagi guru untuk segera bertemu dengan murid dan kembali ke sekolah melakukan pembelajaran tatap muka," kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami di Banjarnegara, Selasa.
Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi sektor pendidikan di Banjarnegara.
"Kami akan selalu mendukung dan siap bersinergi bersama PMI untuk berkolaborasi dalam bidang sosial kemanusiaan dan pendidikan generasi muda, agar dapat mencetak penerus bangsa yang tangguh dan berjiwa kemanusiaan," katanya.
Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tetap mengedepankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Kami juga terus mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan terkait rencana pembelajaran tatap muka agar dapat berjalan dengan baik dan optimal namun tetap berdasarkan pada disiplin penerapan protokol kesehatan," katanya.
Baca juga: Pulang wisata dari Bali, 193 warga Boyolali dites cepat antigen
Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana menjelaskan kegiatan tes antigen bagi guru tersebut dilakukan untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peran PMI di tengah masyarakat sekaligus membantu tugas pemerintah dalam bidang sosial kemasyarakatan dan kesehatan.
Dia juga mengatakan kegiatan dari PMI pusat yang didukung oleh Philips Foundation ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
"Untuk mencegah kerumunan dan konsentrasi massa maka kegiatan ini dilaksanakan di 20 titik atau di lokasi Puskesmas yang ditunjuk oleh PMI," katanya.
Dia berharap dengan adanya tes antigen ini dapat membantu para tenaga pengajar atau guru yang belum terfasilitasi atau belum mendapat jadwal vaksinasi sehingga nantinya dapat membantu lancarnya kegiatan pembelajaran tatap muka.
Dia juga mengatakan pelayanan tes antigen tersebut berlangsung mulai hari ini dan Rabu (31/3).
"Semoga hasil kegiatan ini akan optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan," katanya.
Baca juga: Pelaksanaan Piala Menpora 2021 terapkan prokes ketat
Baca juga: Banyumas tes antigen pengidap komorbid di 80 desa/kelurahan
Baca juga: Tempat keramaian, Dinkes Kudus gelar rapid test antigen
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolri: Pemerintah kaji syarat tes antigen bagi pemudik belum "booster"
26 March 2022 16:41 WIB, 2022
Gubernur Jateng apresiasi pemerintah hapus tes antigen-PCR syarat perjalanan
08 March 2022 19:22 WIB, 2022
Ratusan personel Polresta Banyumas jalani tes antigen antisipasi Omicron
25 January 2022 16:38 WIB, 2022
Jalani tes antigen di stasiun, calon penumpang diimbau datang lebih awal
18 October 2021 21:48 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB