Dipicu isu impor, harga gabah di Jabar anjlok
Rabu, 24 Maret 2021 21:37 WIB
Ilustrasi menanam padi. ANTARA/Ali Khumaini/dok
Karawang (ANTARA) - Harga gabah di sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat anjlok selama beberapa hari terakhir akibat ramainya isu impor beras.
"Laporan dari jejaring Gerbang Tani di Jawa Barat yang mayoritas para petani, beberapa daerah di Jawa Barat yang tengah panen mengalami penurunan harga yang signifikan," kata Ketua Gerbang Tani Jawa Barat Jenal Murtado, di Karawang, Rabu.
Ia menyontohkan di Pangandaran, harga gabah anjlok hingga mencapai Rp3.500 per kilogram. Begitu juga di Karawang, harganya anjlok hingga Rp2.800 per kilogram. Padahal harga sebelumnya Rp4.000 per kilogram.
Penyebab turunnya harga gabah tidak hanya karena musim hujan atau banjir beberapa waktu lalu. Isu impor beras yang sempat ramai juga memicu anjloknya harga gabah di wilayah Jawa Barat.
Atas hal tersebut, Gerbang Tani Jawa Barat sepakat dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menolak impor beras.
Ia menyampaikan kalau Gerbang Tani kompak menolak impor beras, mulai dari pimpinan pusat sampai daerah. Karena itu jelas merugikan petani. Karenanya, dia mendesak pemerintah untuk membatalkan impor beras.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok beras nasional hingga Mei 2021 diperkirakan mencapai 24,90 juta ton dan sementara kebutuhan beras nasional diproyeksi mencapai 12,3 juta ton.
Salah seorang petani di Jatisari, Karawang, Yono menyampaikan harga gabah saat ini anjlok, yang jelek atau rebah bisa di angka Rp3.000 per kilogram, sedangkan yang super atau yang paling bagus paling di angka Rp4.200-4.300 per kilogram.
"Laporan dari jejaring Gerbang Tani di Jawa Barat yang mayoritas para petani, beberapa daerah di Jawa Barat yang tengah panen mengalami penurunan harga yang signifikan," kata Ketua Gerbang Tani Jawa Barat Jenal Murtado, di Karawang, Rabu.
Ia menyontohkan di Pangandaran, harga gabah anjlok hingga mencapai Rp3.500 per kilogram. Begitu juga di Karawang, harganya anjlok hingga Rp2.800 per kilogram. Padahal harga sebelumnya Rp4.000 per kilogram.
Penyebab turunnya harga gabah tidak hanya karena musim hujan atau banjir beberapa waktu lalu. Isu impor beras yang sempat ramai juga memicu anjloknya harga gabah di wilayah Jawa Barat.
Atas hal tersebut, Gerbang Tani Jawa Barat sepakat dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menolak impor beras.
Ia menyampaikan kalau Gerbang Tani kompak menolak impor beras, mulai dari pimpinan pusat sampai daerah. Karena itu jelas merugikan petani. Karenanya, dia mendesak pemerintah untuk membatalkan impor beras.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok beras nasional hingga Mei 2021 diperkirakan mencapai 24,90 juta ton dan sementara kebutuhan beras nasional diproyeksi mencapai 12,3 juta ton.
Salah seorang petani di Jatisari, Karawang, Yono menyampaikan harga gabah saat ini anjlok, yang jelek atau rebah bisa di angka Rp3.000 per kilogram, sedangkan yang super atau yang paling bagus paling di angka Rp4.200-4.300 per kilogram.
Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Realisasi serapan gabah Bulog Wilayah Jateng mencapai 237 ribu ton setara beras
03 June 2026 16:06 WIB
Jaga harga stabil, Bulog beli 30 ton gabah dari sawah terdampak banjir di Jateng
27 February 2026 15:39 WIB
Polisi selesaikan kasus pencurian gabah di Purbalingga lewat RJ setelah korban dan pelaku berdamai
26 February 2026 21:31 WIB
Perum Bulog Magelang serap 4.500 ton gabah petani hingga pertengahan Februari 2026
18 February 2026 15:51 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB