
Bulog Banyumas optimalkan serapan gabah untuk memperkuat stok beras

Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan penyerapan gabah petani di wilayah Banyumas Raya untuk memperkuat stok beras sebagai cadangan pangan pemerintah, seiring meningkatnya masa panen dan upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga beras.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan realisasi pengadaan tahun 2026 hingga saat ini telah mendekati 10 ribu ton setara beras dari target 78.373 ton.
“Realisasi pengadaan hingga kemarin (Selasa, 10/3) hampir mencapai 10 ribu ton setara beras yang berasal dari penyerapan gabah kering panen sekitar 16.684 ton serta beras sekitar 837 ton,” katanya menegaskan.
Menurut dia, sebagian besar gabah yang masuk merupakan hasil program Serap Gabah Petani (Sergap) yang dilakukan melalui mitra penggilingan maupun tim jemput pangan Bulog yang turun langsung ke lapangan.
Dalam pelaksanaannya, ia mengatakan tim jemput pangan Bulog memastikan kualitas gabah yang diserap dari petani sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan dukungan penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta TNI melalui Babinsa.
Ia mengatakan Bulog membeli gabah kering panen milik petani dengan harga Rp6.500 per kilogram menggunakan skema any quality, selama gabah tersebut telah memasuki usia panen.
Menurut dia, PPL juga berperan memastikan gabah yang akan diserap Bulog benar-benar telah memasuki masa panen sehingga kualitas hasil penggilingan dapat menghasilkan beras dengan rendemen yang baik.
“Setiap titik penyerapan diketahui oleh PPL yang memastikan gabah tersebut memang sudah masuk usia panen sehingga hasil pengolahan menjadi beras nantinya juga berkualitas dan dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah,” katanya.
Ia mengatakan gabah yang akan diserap umumnya sudah ditempatkan di pinggir jalan oleh petani sehingga siap diangkut menggunakan armada Bulog setelah melalui pengecekan petugas di lapangan.
Bulog, lanjutnya, mengharapkan petani dapat mengikuti program Sergap dengan menyiapkan gabah hasil panen dalam kondisi terbaik, antara lain bersih dari kotoran, cukup kering panen, butiran padi terisi sempurna, serta minim butir hijau maupun rusak.
Menurut dia, hal tersebut dinilai penting karena kualitas gabah akan memengaruhi hasil rendemen beras yang nantinya disimpan di gudang Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah.
Selain itu, kata dia, penyerapan gabah diperkirakan akan terus meningkat seiring masa panen yang mulai meluas di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
“Puncak masa panen diperkirakan terjadi pada akhir Maret hingga April dan dapat berlangsung sampai awal Mei 2026. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, kami mampu menyerap sekitar 900 hingga 1.000 ton gabah per hari dari sejumlah sentra produksi padi di Banyumas Raya,” katanya.
Menurut dia, penguatan cadangan beras juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi kemarau panjang yang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dapat terjadi pada tahun 2026.
Oleh karena itu, ia mengatakan Bulog berupaya menyerap hasil panen petani sebanyak mungkin selama musim panen berlangsung guna memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah tetap terjaga.
Menurut dia, stok beras yang dikuasai Bulog Banyumas saat ini tercatat lebih dari 56 ribu ton dan dipastikan terus bertambah seiring berlangsungnya program penyerapan gabah dari petani.
Terkait dengan hal itu, dia memastikan ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan pangan menjelang Lebaran.
Selain itu, Bulog juga menjaga stabilitas harga beras melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersedia di pasar, outlet binaan Bulog atau Rumah Pangan Kita (RPK), serta ritel modern.
Dalam hal ini, beras SPHP tersebut dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram dengan pembelian maksimal lima kemasan per konsumen.
“Stok beras aman dan terus bertambah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir apalagi melakukan panic buying. Petani tetap terlindungi, konsumen juga tetap mendapatkan harga beras yang stabil,” kata Prawoko.
Baca juga: Bulog pastikan harga pangan di Banyumas stabil selama Ramadhan hingga Idul Fitri
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
